Showing posts with label Cerita Raya. Show all posts
Showing posts with label Cerita Raya. Show all posts

Thursday, 28 January 2021

Toko Ikan Hias di Jakarta Selatan dan lainnya

Beberapa bulan belakangan ini saya memelihara ikan hias lagi, di mana terakhir saya melakukannya pada tahun 1999 silam.
 
Awalnya saya ragu untuk memulainya kembali, karena takut dzalim kepada makhluk hidup, termasuk ikan; tapi setelah merenung dan berpikir antara maslahat dan mudharatnya, maka saya niatkan memelihara ikan hias untuk merawatnya semaksimal mungkin, sekaligus mengamalkan sunnah Rasulullah:
"Pada setiap yang mempunyai hati yang basah (hewan) itu terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadaNya)." (HR. Muslim 2363)

Dengan saya memelihara ikan hias, maka secara otomatis saya harus membeli aquarium dengan segala aksesorisnya, dan tentu saja membeli ikannya di toko ikan hias. Berikut beberapa toko ikan hias yang secara langsung saya datangi dan sempat saya abadikan dalam video pendek. Semoga bermanfaat.

JAKARTA SELATAN

1. NIRWANA AQUARIUM (Salihara)

Jalan Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 08:00 s/d 21.00wib
HP: 0812 8022 1015
 
Nirwana Aquarium termasuk toko ikan hias yang cukup lengkap. Letaknya yang agak ke dalam memang lumayan sulit ditemukan, kecuali memang kita memerhatikan jalan dengan seksama. Namun saat sudah di toko ini, kita akan betah berlama-lama karena tempatnya nyaman, rasanya ingin membeli semua ikan yang tersedia, pilihannya banyak. Soal harga, murah. Beneran. Cobain deh.

Saya sempat mengabadikan Nirwana Aquarium dalam sebuah video pendek yang bisa disimak untuk referensi - VIDEO -

2. KADUNG TRESNO AQUARIUM (Salihara)

Jalan Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 07.00 s/d 17.30wib
(Jumat akhir bulan tutup)
 
Kadung Tresno Aquarium adalah tetangga dari Nirwana Aquarium, namun kelebihan toko ikan hias ini adalah berada di pinggir jalan, sehingga terlihat dengan jelas oleh orang-orang, termasuk pengendara motor dan mobil yang melintas. Setiap hari pasti ramai. Namun, Kadung Tresno nggak memiliki tempat yang cukup luas untuk bisa menerima pembeli, seringkali berdesakan atau bergantian untuk memilih dan membeli ikan serta aksesorisnya. Soal harga, masih relatif murah kok. Patut dicoba juga nih.

Saya sempat mengabadikan Kadung Tresno Aquarium dalam sebuah video pendek yang bisa disimak untuk referensi - VIDEO -
 
3. TOKO IKAN HIAS PREDATOR (Duren Tiga)
 
Jalan Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 08.00 s/d 20.00wib
 
Toko ikan hias yang memiliki lokasi cukup strategis di Duren Tiga ini didominasi oleh beberapa ikan predator dan sebagiannya lagi ikan hias seperti Molly, Maskoki, Tetra, sampai Alga Eater. Meski tempatnya terbatas, tapi tata letaknya rapi dan terlihat nyaman di mata.
 
Saya sempat mengabadikan Toko Ikan Hias Predator dalam sebuah video pendek yang bisa disimak untuk referensi - VIDEO -
 
4. RAMBO AQUARIUM (Jagakarsa)
 
Jalan Moh. Kahfi 1 No. 40, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 09.00 s/d 20.00wib
HP: 0812 8956  5939

Salah satu toko ikan di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Rambo Aquarium ini punya beberapa pilihan ikan hias yang menarik untuk dimiliki. Tempatnya tidak terlalu besar tapi eye-catching, sedap dipandang. Harga ikan-ikannya pun termasuk murah. Simak video pendek yang sempat saya rekam untuk referensi kamu - VIDEO -

5. AGILBRILIAN AQUARIUM (Kebagusan)
 
Jalan Kebagusan No. 27, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 08.00 s/d 20.00wib
HP: 0812 1836 1676

Salah satu toko ikan hias di bilangan Kebagusan. Tempatnya nggak terlalu besar tapi ikan-ikan yang dijual variatif dengan harga yang relatif murah. Beberapa pakan ikan, obat-obatan, dan aksesoris pun cukup banyak tersedia di toko Agilbrilian ini. Lokasinya strategis, karena berada di pinggir jalan Kebagusan, sehingga mudah dijangkau meski menggunakan mobil atau kendaraan umum. Terakhir saya ke sana, ada ikan yang dijual hanya Rp 1.000,-/ekor. Murah kan? Simak video singkat yang sempat saya dokumentasikan untuk referensi sebelum datang ke sana - VIDEO -

6. AGILBRILIAN AQUARIUM 2 (Jagakarsa)
 
Jalan Kelapa Hijau No. 100, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 08.00 s/d 20.00wib
HP: 0812 9383 2215
 
Agilbrilian Aquarium, setahu saya memiliki 2 toko ikan hias, di Kebagusan dan Jagakarsa. Nah, ini adalah Agilbrilian Aquarium yang terletak di Jagakarsa. Toko ini memang nggak memiliki ruang yang luas, tapi soal ikan, mereka punya banyak pilihan. Begitu pun dengan pakan ikan, obat-obatan, hingga aksesoris aquarium. Banyak! Harga ikan dibandrol mulai seharga Rp 1.000,-/ekor. Simak video pendek yang saya dapatkan di toko ikan hias ini untuk referensi. - VIDEO -

7. SINAR AQUARIUM (Warung Jati)
 
Jalan Warung Jati Timur No. 17B, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 08.00 s/d 17.00wib
HP: 0812 8375 5049

Toko ikan hias yang terletak di perbatasan antara Pejaten dengan Pasar Minggu ini didominasi oleh ikan predator, sedangkan ikan hias non-predator hanya sebagian. Lokasi yang cukup strategis karena letaknya di pinggir jalan menjadikan Sinar Aquarium cukup mudah ditemukan. Harga relatif, namun jika melihat dari beberapa tanggapan yang saya dapatkan di internet, Sinar Aquarium membandrol harga yang murah untuk ikan-ikannya. Silakan mampir jika sempat dan buktikan sendiri. Silakan simak video pendek yang saya rekam sebagai referensi - VIDEO -

8. BENN AQUARIUM (Ragunan)
 
Jalan Saco 43, Ragunan, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 08.00 s/d 20.00wib
HP: 0897 9573 934

Salah satu toko ikan hias di Jalan Saco, Ragunan yang memiliki koleksi ikan dengan harga murah, dan bagusnya lagi bisa ditawar. Tempatnya memang kurang besar, tapi itu justru mempercepat transaksi dengan pemilik toko. Selain ikan, Benn Aquarium juga menjual aquarium beserta hiasannya, dan pakan ikan juga dengan harga yang terjangkau. Silakan datangi atau boleh kalau mau ditelepon dulu untuk konfirmasi. Sebelumnya, silakan simak video pendek yang sempat saya rekam di Benn Aquarium untuk referensi. - VIDEO -

9. TOKO IKAN HIAS ALIF BA (Mampang Prapatan)
 
Jalan Mampang Prapatan 16, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 08.00 s/d 17.00wib

Meski tempatnya cukup kecil, tapi ikan yang dimiliki variatif, sehingga bisa membuat kita memilih sesuai yang kita mau. Harga yang dibandrol masih tergolong murah, meski ada pula yang terbilang mahal; tapi mengingat toko ikan hias ini adalah satu-satunya di wilayahnya, maka pilihan sudah pasti akan tertuju ke toko ini. Silakan simak video yang sempat saya abadikan di toko ikan hias untuk referensi - VIDEO -

10. TOKO IKAN HIAS BANG OJAK (Cipete)
 
Jalan Sawo II, Cipete, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 10.00 s/d 21.00wib
HP: 0857 7931 6240

Awalnya hanya melihat dari internet, namun setelah sampai di sana akhirnya saya tahu bahwa toko ikan hias cukup sering saya lewati terutama di awal bulan. Memang di luar ekspektasi, saya pikir banyak ikan hias, namun ternyata didominasi oleh ikan cupang, sedangkan ikan hias lainnya hanya beberapa jenis.
Soal harga, toko ikan hias Bang Ojak ini masih standar, nggak beda jauh dengan harga dari toko ikan hias lain. Namun di sini kita bisa mengambil dan memilih sendiri ikan mana yang mau kita beli dan bawa pulang. Simak video singkat yang saya rekam di sini, mungkin bisa jadi referensi sebelum kamu mendatanginya. - VIDEO -

11. AL-DRIC AQUARIUM (Ampera)
 
Jalan Rini, Ampera Raya, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 09.00 s/d 21.00wib
HP: 0878 1820 4324

Satu-satunya toko ikan hias yang saya temui di Ampera Raya, Jakarta Selatan. Aldric Aquarium memang baru dirintis, maka tempatnya pun terbatas dan pilihan ikannya belum banyak. Meski begitu, kualitasnya terlihat baik. Boleh juga jadi pilihan untuk dikunjungi, karena bisa saja ikan yang kamu cari tersedia di sana. Penjualnya juga ramah, bahkan bisa sharing seputar dunia air. Ohya, aksesoris aquarium dijual dengan harga yang relatif murah. Saya sempat mengabadikan toko ikan hias ini dalam video singkat yang bisa kamu simak. - VIDEO -

12. PUSAT IKAN HIAS RADIO DALAM (Radio Dalam)
Jalan BRI Radio Dalam, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 08.00 s/d 21.00wib

13. BARITO AQUARIUM (Gandaria Utara)
Jalan Kramat Pela No. 42, Gandaria Utara, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 10.00 s/d 19.00wib
HP: 0878 7766 8811

14. NIRWANA AQUARIUM (Karang Tengah)
 
Jalan Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 09.00 s/d 22.00wib
HP: 0821 2315 7172

Salah satu toko ikan hias yang memiliki berbagai macam jenis ikan hias atau predator. Segala pakan ikan, obat-obatan, atau aksesoris pun banyak pilihannya. Harga ikan hias di Nirwana Aquarium ini termasuk murah, dibandrol mulai dari Rp 2.000,-/ekor saja. Salah satu yang saya rekomendasikan juga untuk kamu yang tinggal di Karang Tengah dan sekitarnya. Oh ya, ini adalah cabang lain dari Nirwana Aquarium selain di Jalan Salihara, Pasar Minggu. Simak video singkat yang saya ambil sebagai referensi kamu - VIDEO -

15. BANGKA AQUARIUM (Bangka)

Jalan Bangka II No. 26, Jakarta Selatan
HP: 0813 1781 4020

Salah satu toko ikan hias di bilangan Bangka, Jakarta Selatan. Tempatnya yang nggak terlalu besar, mempercepat kita mendapatkan ikan, pakan ikan, atau aksesoris yang kita inginkan.

Dominan ikan di sini tidak dijual satuan, melainkan dijual per 5 ekor. Ini adalah sebuah keuntungan sendiri untuk kamu yang senang memelihara ikan dalam jumlah banyak. Silakan simak rekam video singkat yang saya ambil di Bangka Aquarium sebagai referensi sebelum datang langsung - VIDEO -

16. FAHRI AQUARIUM (Jagakarsa)
 
Jalan Pepaya Raya No. 99 (Depan Indomaret), Jagakarsa, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 09.00 s/d 21.00wib
HP: 0857 8048 4109

Toko ikan hias ini memiliki varian ikan hias yang lumayan, khususnya untuk pemula. Beberapa pakan ikan hias, terutama pajangan atau hiasan aquarium cukup banyak tersedia di sini. Soal harga, masih standar lah. Penjualnya pun cukup ramah melayani pembeli, dan ini menjadi poin plus untuk kamu yang ingin berkunjung ke sini untuk membeli ikan hias.

17. HANAN AQUARIUM (Jagakarsa)
 
Jalan Paso No. 53, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 10.00 s/d 20.00wib
HP: 0822 9914 5022

Satu lagi toko ikan hias di bilangan Jagakarsa, Hanan Aquarium. Mungkin ini adalah toko ikan hias yang memiliki ruang paling luas, paling tidak selama saya menyusuri wilayah Jagakarsa dan sekitarnya. Sudah tentu juga pilihan ikan mereka banyak, pun dengan hiasan aquarium dan pakan ikannya. Variatif banget. Harga yang dibandrol juga cukup murah, meski ada beberapa yang dijual bukan satuan, dimulai dari Rp 5.000,-/3 ekor misalnya. Penjualnya juga asik diajak ngobrol, bahkan bisa memberikan saran untuk pembeli, terutama pemula. Saya sempat mengabadikan Hanan Aquarium dalam sebuah video singkat yang bisa kamu lihat untuk referensi - VIDEO -
 
18. CHIKAL AQUARIUM (Jagakarsa)
 
Jalan Pepaya Raya No. 59, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Buka setiap hari pukul 08.00 s/d 20.00wib
HP: 0896 0441 5950
 
Berdasarkan hasil googling, toko ikan hias ini bernama Lina Aquarium, namun ternyata ketika tiba di sana terlihat papan bertuliskan Chikal Aquarium di depan toko bagian atas. Di dalamnya terdapat beberapa jenis ikan hias seperti guppy, molly, ikan mas, neon tetra, dan sebagainya. Beberapa hiasan aquarium dan pakan ikan juga tersedia dengan harga yang terjangkau. Silakan simak video singkat yang sempat saya ambil di toko ini sebagai referensi - VIDEO -
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
BEKASI

1. CERIA AQUATIC (Jatimakmur)
 
Jalan Raya Jatimakmur No. 104, Bekasi
Buka setiap hari pukul 10.00 s/d 22.00wib
 
Meski toko ikan hias cukup kecil, namun variasi ikan yang mereka miliki bisa dibilang menarik. Ada beberapa ikan yang mungkin tidak dijual di toko ikan hias lainnya. Soal harga, Ceria Aquatic menjual dalam paket beberapa ekor, misalnya seharga Rp 5.000,-/3 ekor. Masih terjangkau. Beberapa pakan ikan dan aksesoris aquarium juga cukup banyak pilihannya dengan harga yang juga variatif. Catatan tambahan, penjual yang ramah menjadikan suasana memilih ikan dan transaksi terasa begitu nyaman.
 
2. RENDY AQUARIUM (Jatimakmur)
 
Jalan Raya Jatimakmur No. 11, Bekasi
Buka setiap hari pukul 08.00 s/d 20.00wib










3. OKY AQUARIUM / BEST MEAT POINT (Jatimakmur)
 
Jalan Raya Jatimakmur, Bekasi
Buka setiap hari pukul 07.00 s/d 22.00wib










*Diperbarui pada 12 April 2021

Tuesday, 26 January 2021

Berimajinasi Melalui Aquaraya

Memelihara ikan hias sudah menjadi rutinitas tambahan di rumah, dan setiap ada kesempatan mengurasnya, maka menjadi waktu saya untuk berkreasi terhadap apa yang ada di dalamnya. Menghias dan memasang ornamen dalam aquarium adalah kesenangan tersendiri.
 
Senin, 25 Januari 2021, saya mendesain sedemikian rupa dekorasi aquarium saya yang berukuran hanya 40x20x25cm ini. Di dalamnya terdapat beberapa ikan hias seperti maskoki, tetra, platy, molly, guppy, zebra pink, dan alga eater. Saya nggak menggunakan filter sama sekali, melainkan hanya menggunakan aerator dengan 2 selang yang diletakkan semau saya. Bebas dong karena punya saya sendiri. Hahaha.

Bebatuan yang terdapat di dasar aquarium adalah beberapa jenis batu kecil berwarna kehijauan, batu yang agak besar dominan warna putih dan sedikit warna biru. Ditambah pula dengan 1 hiasan dengan lorong untuk ikan bersembunyi, 2 tanaman hidup dan hiasan tanaman pajangan berwarna ungu, serta saya masukkan pula 3 karang jahe dan 1 batu berwarna hitam.
 
Meski aquarium nggak terlalu besar, tapi butuh waktu sekian jam untuk menyelesaikannya. Saya mulai mengerjakan pengurasan pukul 21.30wib dan baru selesai sekitar pukul 01.30wib.

Kok lama? Iya, seperti yang saya sebut di atas bahwa saya menggunakan waktu untuk berkreasi terhadap tata letak hiasannya seperti bebatuan dan tanamannya. Bahkan ini memerlukan perubahan tatanan hingga 3x karena saya nggak puas dengan tatanan sebelumnya, walau hasil ini juga belum dikatakan sempurna. Tapi di situlah saya mencoba mengembangkan imajinasi, mengingat saya lakukan secara otodidak dan sesuai apa yang ada di kepala saya. Saya menyebutnya dengan Aquaraya, yang tentu saja merupakan anonim dari aquarium dan nama saya.

Setelah ini, akan ada perubahan tatanan dalam aquarium saat saya mengurasnya kembali, karena saya mau desainnya berbeda-beda setiap menguras. Insyaa Allah akan saya tuliskan lagi di blog ini.

Friday, 20 September 2013

Kemenangan Hati

Masa lalu adalah saat di mana aku melewati proses pembelajaran diri
Belajar akan hal yang negatif dari sana untuk mengubahnya menjadi positif ke depan
Termasuk membawamu kembali ke kehidupanku yang dahulu pernah kita jalani
Berharap semua yang buruk memang sudah terlewati dan bahkan membaik

Segalanya aku rasakan dengan suka cita dengan segenap rasa yang kumiliki
Menyesal adalah membuang waktu, dan itu tak pernah aku rasakan
Kembali padamu adalah sesuatu yang mungkin akan tepat untuk meralat yang lalu
Memperbaiki semua kesalahan yang pernah kita lakukan dahulu

Untuk merayakan kembalinya aku, bagaimana jika kita melakukan hal yang berbeda dari sebelumnya?
Kalau dulu aku sangat memegang teguh sebuah komitmen, kini aku mau kamu juga melakukannya
Acuhkan banyak opini yang keluar dari mulut orang lain
Karena yang tahu apa yang kita jalani, hanya kita, dan bukan mereka

Kita hanya perlu melakukan yang terbaik, tak peduli tentang pendapat buruk yang mungkin akan menjatuhkan
Hubungan yang kembali kita bangun, harus kokoh layaknya tembok besar di Cina
Hilangkan egoisme dan emosi di setiap kita menyelesaikan suatu masalah
Menurutku, itu termasuk kunci untuk mempertahankan apa yang kita bina. Bahkan akan membuat kita semakin kuat

Aku sadar, jika keras dilawan dengan keras, itu takkan menghasilkan apa-apa
Jadi sebaiknya, saat aku menjadi batu, kamu mampu menjadi air untukku. Begitu pun aku terhadap kamu
Mulai sekarang, setiap cobaan yang datang harus kita selesaikan bersama
Menjadi dewasa dan meraih impian kita untuk hidup bersama dan bahagia hingga kita menutup mata.

Ruang Kosongku Ingin Kamu

Aku seperti dikelabui perasaanku sendiri. Setiap detiknya aku menjerumuskan diri untuk memikirkanmu, yang entah bagaimana perasaanmu kepadaku.
Bagiku, waktu adalah fana. Itu sebab sebenarnya aku tak ingin berkutat dalam kegelisahan dan kesamaran cinta.

Begitulah. Aku bukan orang yang sekali mengenal, lalu jatuh cinta. Aku sulit sekali mempersilakan seorang wanita untuk masuk ke dalam ruang kosong yang kusebut hati. Sulit. Benar-benar sulit. Tapi entah mengapa, kali ini aku ingin membawamu masuk ke dalamnya; sedangkan kamu sendiri sepertinya masih enggan memasukinya.

Katakanlah sekarang aku jatuh cinta kepadamu, dan aku siap untuk membagi hampir seluruh waktuku denganmu, tapi apakah kamu juga begitu? — Jika diibaratkan, mungkin perasaanku sekarang seperti permen yang sering muncul di televisi dengan tagline “manis, asem, asin”. Meski ramai rasanya, aku sebenarnya tak nyaman merasakan ini. Aku hanya ingin manis. Ya, manis untukku dan tentu untuk kita.

Ah, sudahlah. Kalaupun kelak aku memang tak bisa membawamu ke ruang kosongku, anggap saja itu kegagalanku yang nantinya akan berhasil kulakukan; tapi mungkin bukan denganmu. Sekarang, aku akan tetap menyimpan kunci ruang kosongku sampai kau memang menginginkan masuk ke dalamnya. Bukan hanya ingin melihat sejenak lalu keluar lagi, tapi aku ingin kau masuk ke dalamnya dan merawatnya dengan baik sampai kita berdua tak bisa lagi menghembuskan nafas di dunia. Itu saja.

Thursday, 22 September 2011

Aku Anjing!

Aku anjing!
Menggonggong tanpa kupikirkan orang lain. Aku memang memiliki hati, tapi perasaan, tentu saja aku tak punya. Ya, karena aku anjing.

Aku anjing!
Menggigit dan menerkam siapa saja yang aku tak suka. Gigiku tajam, bahkan untuk makan sekalipun, aku tak butuh waktu lama untuk menghabiskannya. Ya, karena aku anjing.

Aku tak pernah menyadari apa yang kulakukan, tak kupedulikan juga yang lain berkata apa. Itu wajar saja, karena aku tak pernah diajarkan sopan santun dan bersikap baik. Bagaimana bisa sopan? Sebab orang tuaku pun anjing. Mereka hanya mengajarkanku untuk menerkam, menggigit, dan memakan apa atau siapa yang ku mau. Ya, karena kami keluarga anjing.

Aku hidup dari keluarga yang keras, sebutlah sifat kebinatanganku memang tak diragukan. Aku tahu banyak yang menilai seperti itu, dan aku tenang saja. Tak jarang kami saling bertengkar dalam satu rumah. Kami tak pernah menggunakan otak untuk menyelesaikan pertengkaran, yang kami gunakan hanya sifat kebinatangan semata. Siapa yang lemah, dia kalah. Sudah bisa ditebak, aku yang selalu kalah dari kedua orang tuaku. Ya, karena aku hanya anak anjing.

Ayahku seringkali menghantam aku dengan kakinya yang berkuku tajam, gonggongannya juga menakutkan. Ibuku juga begitu. Jika mereka sudah menggonggong, aku seperti mendengar suara yang berkata “hey Anjing, anak macam apa kamu? Dikasih tau susah! Dasar anjing!” Ya, karena aku memang termasuk anjing nakal. Nakal agar tidak dibilang terbelakang, nakal agar dibilang anjing gaul, dan nakal agar terlihat binal.

Aku pandai menjilat. Aku jilat semua teman agar mereka mau berteman denganku. Senang rasanya jika banyak yang suka dengan jilatanku, meski aku tahu mereka tak sadar. Mudah sekali membuat mereka jatuh hati, sejak dulu memang itu kepintaranku. Ya, karena aku anjing.

Sejak aku kecil sampai sekarang, sudah banyak yang kujilat. Lalu mereka jadi begitu dekat denganku, bahkan kami sering main bersama. Anjing sepertiku memang termasuk anjing yang beruntung. Tak ada yang menyadari bahwa jilatanku hanya tipuan, seketika mereka terperdaya dan aku bisa leluasa masuk ke dalam dunia mereka dan mengetahui segala rahasianya. Mereka bodoh, dan aku anjing yang pintar!

Sampai kapanpun, kamu dan mereka tidak akan bisa mengetahui apa maksud dari semua yang kulakukan. Kalian tidak lebih pintar dariku, karena kalian mudah tertipu dan terjebak dalam setiap gonggonganku. Aku pintar mengelabui teman-temanku sendiri, terlebih teman baruku yang belum mengerti bagaimana aku. Aku akan bertahan terus seperti ini dan akan tetap menjadi anjing yang ‘pintar’. Ya, karena selamanya, aku ANJING!

Wednesday, 21 September 2011

Kenikmatan Tanggal Muda

Aku dibesarkan dari keluarga yang berada, apa yang ku mau selalu terpenuhi. Kehidupan masa kecilku sangatlah mewah. Aku diberikan fasilitas-fasilitas yang memadai seperti kamar ber-AC, mobil, TV berlayar datar, handphone terbaru, laptop, dan tentu saja uang jajanku melebihi uang jajan teman-temanku.

Keadaan menyenangkan ini berawal sejak aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar sampai aku lulus sekolah tingkat akhir. Setelahnya aku tak lagi merasakan kemewahan yang lama kukecap, tepatnya setelah kepergian Ayahku untuk selamanya.

Aku merasa hancur, kondisi ekonomi keluargaku menurun drastis, bahkan bisa dikatakan kami jatuh ke dalam lubang kemiskinan meski makan sehari-hari masih tercukupi. Ah, apa enaknya makan tercukupi tapi aku tak bisa merasakan fasilitas-fasilitas seperti dulu lagi? Aku tak bisa menerima semua ini.

Sampai pada akhirnya aku bertemu dengan teman lamaku semasa sekolah, namanya Roy. Ia mengajakku ke rumahnya untuk sekadar mampir. Wah, rumahnya mewah sekali, pikirku. Kehidupannya mengingatkan saat Ayahku masih ada, ia bisa dikatakan kaya raya. Dari sinilah muncul pikiran bahwa ia harus diakrabi agar teman-temanku yang lain menganggapku tetap berada. Aku jadi sering main ke rumahnya setiap hari.

Orang tuanya sangat ramah padaku, terlebih Ibunya. Menurutku, Roy beruntung memiliki orang tua seperti itu. Sejak pertemuan itu, tak pernah sekalipun aku melihat Roy bersedih, senyum dan tawanya selalu keluar dari wajahnya. Oh, aku iri sekali dengannya.

Tanpa sepengetahuan Roy, aku coba menjilat Ibunya. Aku mendekati seolah seperti anaknya sendiri. Jahat memang, ah tapi semua demi kebutuhan hidupku. Suatu hari saat Ibunya Roy sedang menyiram bunga di pekarangan rumah, dengan inisiatif busukku, aku bilang “Tante, maukah aku bantu? Tante istirahat saja, biar aku yang mengerjakan semuanya. Tante sudah begitu baik padaku.” Beliau bersedia kubantu, dan hatiku berkata “Langkah pertamaku berhasil.”

Aku beranikan diri untuk berkomunikasi dengan Beliau, aku menceritakan segala kehidupan masa laluku sampai sekarang. Tujuannya adalah agar ia iba dan kasihan padaku. Aku tak peduli dikasihani, yang penting misiku berhasil.

Beliau bertanya padaku, “Kamu kuliah?” Aku bilang “iya Tante, aku kuliah di salah satu kampus manajemen di Jakarta. Tapi aku selalu terbentur biaya, belum lagi uang yang harus aku keluarkan untuk tugas kuliah.” Berhasil! Beliau iba padaku, bahkan aku bisa mendapatkan nomor teleponnya tanpa sepengetahuan Roy dan Ayahnya. Nampak aku bisa menguras uangnya hanya dengan memasang muka memelas dan rekayasa kata yang sebenarnya tak nyata.

Pada awal bulan, aku menelepon Beliau untuk meminta uang, tentu saja tidak langsung meminta. Aku memelas dahulu sampai Beliau berinisiatif memberikannya. Aku bilang “Tante, aku harus beli peralatan untuk tugas kuliah seharga Rp 500.000,- tapi Ibuku sedang tak punya uang. Bagaimana ya?” Lalu beliau berkata “kamu kasihan sekali ya, keadaanmu susah, padahal kebutuhanmu banyak. Nanti Tante bantu ya.” Begitu seterusnya, padahal tidak semua yang kubilang itu benar. Bahkan tidak jarang uang yang kudapat darinya, aku belikan narkoba dan bersenang-senang dengan teman-temanku yang lain. Aku bisa mendapatkan berapapun yang kumau darinya hanya dengan mengiba dan berkata dengan nada memelas.

Setiap tanggal muda, aku selalu mendapatkan uang dari seorang Ibu yang bukan Ibuku. Aku berhasil menipu. Aku tak peduli dengan balasan yang nanti kudapatkan, karena aku sangat menikmati ini. Apalagi aku sudah miskin sekarang, jadi wajar jika aku ingin menikmati kekayaan selagi ada kesempatan. Aku simpulkan bahwa hanya dengan mengiba saja, kebutuhanku terpenuhi, meski sementara. Tak kupikirkan hidupku setelahnya bagaimana.

Friday, 25 February 2011

Aku Bahagia Jika Banyak Orang Membicarakanku

Semua berawal dari munculnya aku ke permukaan dunia. Mulai mengenal banyak manusia yang tentunya punya nama, seperti Joni, Deni, Mia, Santi, dan yang lainnya. Aku beradaptasi dengan mereka yang sebelumnya tak kukenal. Banyak karakter yang bisa kupelajari dari masing-masing kepala. Joni misalnya, ia seorang pria penyuka sesama jenis dan berkepribadian wanita, tapi menurutku ia adalah seorang pria yang menyenangkan. Dia sangat menyukai film, dan sekarang sedang, katakanlah terkena movie syndrome. Selain berkuliah, sehari-hari hidupnya dihabiskan oleh naskah, skenario, syuting, editing, atau apapun yang berhubungan dengan itu. Ia rela mengorbankan kegiatan lain bersama teman-temannya demi kesibukan filmnya itu. Maklum, namanya juga syndrome! Sudahlah. Joni adalah contoh betapa aku sangat mempelajari karakter setiap orang, entah yang kukenal atau tidak.

Aku percaya bahwa orang lain pasti juga akan mempelajari bagaimana aku, sifatku, sikapku, hingga penampilanku. Pasti tak sedikit orang yang menilaiku (mungkin) arogan, sombong, atau diktator. Tapi tak sedikit juga orang yang menilaiku baik, senang menolong, jarang mengeluh, dan sebagainya. Tapi itu hanya anggapan dan penilaian mereka saja terhadapku, dan selama apa yang menurutku benar, pasti aku lakukan. Bahkan Joni dan teman-teman yang lain juga akan melakukan hal yang sama. Buruknya, masih banyak orang yang membicarakan keburukan orang lain di belakang. Seperti “eh, si A sok artis ya, coba deh perhatiin gayanya”, atau bermain kata lewat sindiran. Menurutku itu menyedihkan! Seharusnya orang yang membicarakan keburukan di belakang atau menyindir orang lain itu bisa langsung menujukan penilaiannya kepada yang bersangkutan. Karena faktanya, tidak semua orang akan senang jika dirinya dibicarakan orang lain di belakang. Itu bisa sangat menyakitkan untuknya, bahkan melebihi sakitnya ditinju berkali-kali. Tapi di antara sedikit orang yang senang dibicarakan di belakang, mungkin aku adalah salah satunya. Bahkan dibenci orang sekalipun, aku masih bisa tersenyum dan terus berpikir positif pada mereka. Tak ada dendam sama sekali, dan tak ada keinginan untuk melakukan hal seperti itu. Lebih baik kalau aku tak suka, aku bicara langsung ke orangnya.

Frontal itu baik, karena mengarah pada kejujuran. Dan tak ada yang salah dengan kejujuran, selama itu dibicarakan di depan yang bersangkutan. Aku termasuk orang yang bisa dikatakan frontal, berbicara tentang apa yang aku ingin bicarakan. Aku pikir mereka baik hati karena sudah menyisihkan waktunya untuk membicarakanku dan (mungkin) menjelekan aku di belakang. Perhatian sekali ya. Semakin aku dibicarakan, itu berarti semakin membuatku mengerti tentang kedewasaan. Setidaknya mengajarkan aku bahwa aku tidak boleh seperti mereka. Itu sebabnya AKU BAHAGIA JIKA BANYAK ORANG MEMBICARAKANKU.