Showing posts with label Catatan Raya. Show all posts
Showing posts with label Catatan Raya. Show all posts

Friday, 12 August 2022

Kajian Jumat: Dahsyatnya Hisab di Hari Kiamat

Kajian Jumat
Tema: Dahsyatnya Hisab di Hari Kiamat
Oleh: Ustadz Zainuddin Al Banjary, Lc hafizhahullah
Masjid Nurul Iman, Blok M Square, Jakarta Selatan
12 Agustus 2022 / 14 Muharram 1444

Hari hisab adalah termasuk dari rangkaian beriman kepada hari akhir, dan hari akhir adalah termasuk dari Rukun Iman, yang tidak sempurna iman seseorang kecuali dengan mengimaninya.
 
Hari hisab berarti Allah menghisab seorang hamba di hari kiamat dengan memperlihatkan kepada hamba tersebut perbuatan dan ucapan yang telah dilakukan olehnya, dan apa saja yang terjadi saat dia hidup di dunia berupa keimanan, kekufuran, keistiqomahan, atau penyimpangan, ketaatan, atau kemaksiatan. Apa saja yang didapatkan seorang setelah dia dihisab? Jika orang shalih, maka dia akan mendapatkan buku catatan amal dengan tangan kanannya. Jika dia bukan orang shalih, maka dia akan mendapatkan buku catatan amal dengan tangan kirinya.

Prinsip-prinsip yang terjadi di hari hisab
1. Keadilan yang sempurna, yang tidak dicampuri oleh kedzaliman sedikit pun.
QS. Al Baqarah : 281
QS. An Nisaa : 40
QS. An Nisaa : 77
QS. An Nisaa : 124

2. Setiap orang akan menanggung dosa masing-masing.
QS. Al An'am : 164
Setiap jiwa tidak akan mendapatkan kecuali apa yang telah dia kerjakan, dan tidak ada penanggungan dosa orang lain.

Imam Al Qurthubi ketika menafsirkan ayat ini berkata:
"Seorang yang berdosa tidak akan menanggung dosa orang lain, melainkan yang dia tanggung adalah dosanya sendiri:

3. Setiap hamba akan diperlihatkan dari amalan yang pernah dia kerjakan
QS. Al Ma'idah : 105

Thursday, 21 July 2022

Golongan Yang Selamat

Mungkin kita pernah mendengar,
"Setiap orang punya cara dan jalan masing-masing menuju surga" atau perkataan semisal itu. Maka perkataan ini nggak bisa dijadikan hujjah, karena jalan menuju surga hanya satu, yaitu mengikuti tuntunan Rasulullah sesuai dengan pemahaman para Salafusshalih.

Allah berfirman:
"Dan barangsiapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahannam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali." (QS. An Nisaa' : 15)

Banyaknya pengikut bukanlah tolok ukur kebeneran. Kebenaran hanyalah mereka yang mengikuti Alquran dan Sunnah berdasarkan pemahaman para Salafusshalih. Baraakallahu fiikum.

#letthesunnahgoforth

Wednesday, 19 May 2021

Kajian Rabu: Takut Kepada Allah

Kajian Rabu
Pembahasan Kitab Riyadush Shalihin karya Imam an-Nawawi
Tema: Takut Kepada Allah (Bab #50)
Oleh: Ustadz Khalid Basalamah
Live Streaming
Rabu, 19 Mei 2021

Ada 2 sayap dalam berhubungan dengan Allah yaitu Rodja (Berharap) dan Khauf (Takut). Kedua hal ini harus ada di dalam diri setiap mukmin. Di satu sisi di berharap semua amalannya diterima oleh Allah dan di sisi lain dia takut amalannya tidak diterima oleh Allah dan takut dihukum karenanya.

Takut kepada Allah artinya Allah Maha Mengetahui, Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Segalanya. Bukan hanya kita, Nabi Muhammad pun diancam oleh Allah, dan beliau tidak memiliki kemampuan ketika pamannya tidak masuk Islam ketika Allah tidak memberi hidayah Islam kepada pamannya.

Kalau seandainya Allah mengutusmu untuk memakanku, aku tidak akan melawan. Tapi kalau kau datang hanya untuk mengganggu ibadahku, maka aku akan minta kepada Allah, Penciptaku dan Penciptamu untuk menghancurkanmu. Tiba-tiba harimau tersebut menurunkan tatapan matanya yang tajam dan berlalu.

Ketika hambanya mengkhawatirkan sesuatu kepada Allah, maka Allah akan buat kekhawatiran itu lenyap seketika. Kita diperintahkan takut kepada sesuatu yang telah Allah tetapkan. Orang-orang beriman selalu tenang dan tentram hatinya, karena dia hanya takut kepada Allah. Kapan kita takut kepada Allah, Allah akan buat sesuatu yang kita takuti justru akan takut kepada kita.

"Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan gantikan yang lebih baik"

Allah menjelaskan tentang pentingnya takut kepadaNya dalam banyak dalil.
".. dan takutlah kepadaKu saja" (QS. Al Baqarah : 40)

Kalau kita tanamkan keimanan hanya takut, bergantung, dan hanya memohon kepada Allah, maka tidak akan ada yang mengganggu pikiran dan hati kita. Justru hati akan menjadi tenteram dan pikiran pun tenang. Allah akan mudahkan semua.

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan cukupkan keperluannya" (QS. At-Talaq : 2-3)

"Sesungguhnya adzab Tuhanmu benar-benar keras" (QS. Al Buruj : 12)

Kalau kita pernah membuat kesalahan, maka Allah sangat luas rahmat dan pengampunannya. Tapi janganlah kita terus menerus melakukan dosa dan maksiat, karena adzab Allah sangat keras.

"Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksaNya sangat pedih, sangat berat. Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada adzab akhirat. Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk). Dan Kami tidak akan menunda, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan. Ketika hari itu datang, tiada seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izinNya; maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia. Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik napas dengan merintih" (QS. Hud : 102-106)

Kalau adzab Allah sudah datang seperti tsunami, gempa bumi, longsor, gunung meletus, maka tidak akan ada yang bisa menyelamatkan diri atas kehendakNya. Jangan coba-coba dengan adzab dan hukuman Allah, karena kita akan menyesal dunia akhirat.

Aneh sekali ketika ada orang yang menantang untuk masuk ke dalam neraka. Neraka tidak bisa digambarkan oleh akal manusia. Neraka itu pedih sekali, mengerikan, dan bisa membuat orang-orang di dalamnya menjerit-jerit. Sebelum menawarkan diri dan mengucapkan sembarangan untuk masuk ke neraka, coba ambillah korek terlebih dahulu dan bakar sendiri kulitmu. Bagaimana rasanya? Itu belum ada apa-apanya dibandingkan dengan neraka yang panasnya jauh lebih dahsyat. Berhati-hati dengan ucapan, jangan sampai menantang Allah, karena Allah akan menurunkan adzabnya kapan saja.

Jika kita menantang pimpinan saja di kantor misalnya, kita bisa mendapatkan sanksi. Apalagi menantang Allah. Allah bisa melakukan apa saja yang dikehendakiNya.

Ahli neraka itu terus menangis. Sampai-sampai jika diletakkan perahu atau kapal, maka itu bisa melintasinya karena genangan air matanya. Orang-orang yang membangkang dari hukum Allah, nasibnya akan sama dengan Fir'aun.

"... Dan Allah memperingatkan kamu dari (siksa)Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali" (QS. Ali Imran : 28)

Hati-hati. Kalau Allah menyiksa, maka tidak akan ada yang bisa menahan. Tidak ada ruginya menjadi orang beriman, justru sangat nikmat. Umur kita terbatas. Jadi nikmati dengan menjadi orang beriman. Tidak perlu membuang waktu yang sia-sia.

"Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukannya" (QS. 'Abasa : 34-37)

"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. Ingatlah ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandugannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetap adzab Allah itu sangat keras" QS. Al Hajj : 1-2

"Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya, maka ada dua surga" (QS. Ar Rahman : 46)
 
"Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa. Mereka berkata, "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diadzab). Maka Allah akan memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari adzab neraka. Sesungguhnya kami menyembahnya sejak dahulu. Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan lagi Maha Penyayang" (QS. At-Thuur : 25-28)

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang paling jujur dan paling dapat dipercaya. Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging). Kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis 4 hal yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada ilah yang berhal diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetap catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu dia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetap catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu dia memasukinya" (HR. Bukhari dan Muslim)

Pelajaran penting dari hadits di atas:
1. Bagaimana kejelian Ibnu Mas'ud dalam menyampaikan sifat Rasulullah
2. Nabi menjelaskan kedudukan manusia
3. 4 hal yang dicatat ketika ruh ditiupkan yaitu: 1) Rezeki, 2) Amalnya, 3) Celaka atau Bahagianya, dan 4) Ajalnya

Subhanaakallahumma wa bihamdika, asy-hadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Monday, 17 May 2021

Kajian Senin: Lemah Lembut

Kajian Senin
Kajian Kitab Ensiklopedi Akhlak Salaf
Tema: Lemah Lembut
Oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A. hafizhahullah
Senin, 17 Mei 2021
Masjid Nurullah, Kalibata City, Jakarta Selatan

Lemah lembut adalah sifat mulia yang wajib ditanamkan dalam pribadi setiap Muslim.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Apabila sifat lemah lembut ada pada sesuatu niscaya ia akan menghiasinya, namun apabila sifat itu dicabut dari sesuatu niscaya ia akan menodainya" (HR. Muslim No. 6767)

Kaidah asal di dalam dakwah adalah dengan lemah lembut. Allah perintahkan Nabi Musa alaihissalam dan Harun alaihissalam mendakwahi Fir'aun dengan lemah lembut.

Allah Ta'ala berfirman:
"Pergilah engkau berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut." (QS. Thaha - 43-44)

Karena nasihat itu seperti obat. Dia butuh waktu berproses untuk bisa mengobati.

Islam mudah untuk diamalkan, tapi Islam susah untuk diterima.

Nabi shallallahu 'alaihi wassalam diultimatum oleh Allah Ta'ala.
"Kalau engkau keras hati, maka mereka akan lari darimu."
Begitu pun kita. Kalau kita keras dalam menasihati, maka orang yang dinasihati akan lari. Ia akan menolak nasihat-nasihat yang kita sampaikan jika kita tak bisa menyampaikannya dengan lemah lembut. Karena lemah lembut termasuk amalan hati, dan Allah mencintai orang yang lemah lembut.
 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Mahalembut dan menyukai kelembutan. Dia memberikan kelembutan apa-apa (kebaikan) yang tidak diberikanNya pada kekasaran atau sifat lainnya." (HR. Muslim No. 6766)
 
Dengan kelembutan, Allah akan berikan banyak kebaikan. Kelembutan adalah pintu gerbang dari segala kebaikan yang ada.
 
2 Sifat dalam diri manusia yang dicintai oleh Allah adalah:
1. Kelemahlembutan (lawannya adalah kasar);
2. Kewaspadaan (lawannya adalah ceroboh).
 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menasihati Aisyah radhiyallahu 'anha:
"Istriku bersikaplah dengan lemah lembut. Karena apabila Allah menghendaki kebaikan bagi sebuah keluarga, maka Dia akan tanamkan sifat lemah lembut kepada mereka." (HR. Ahmad No. 24734)
 
Allah akan menjauhkan hambaNya yang lemah lembut dari siksa api neraka dan menyediakan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Dengan amarah, akan terangkat sifat-sifat yang mulia termasuk kelemahlembutan. Penting untuk kita mengelola emosi. Kita sudah melatihnya di bulan Ramadhan yang lalu, dan sekarang saat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang marah akan melakukan hal-hal yang tidak ingin dilakukan ketika ia sadar. Kemarahan adalah hawa nafsu dan datangnya dari setan. Untuk itu kita harus mampu mengendalikannya.

Penghuni surga terdiri atas 3 golongan:
1. Penguasa yang berlaku adil, gemar berbagi, dan diberi taufiq kebaikan oleh Allah;
2. Seorang hamba yang penuh kasih sayang dan lemah lembut kepada sesama muslim;
3. Seorang yang menjaga dirinya dari sesuatu yang haram dan juga meminta-minta padahal ia memiliki tanggungan yang harus dinafkahi.

Subhanaakallahumma wa bihamdika, asy-hadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wednesday, 5 May 2021

Kajian Rabu: Tauhid Jalan Keselamatan

Tema: Tauhid Jalan Keselamatan
Oleh: Ustadz Khalid Basalamah
Live Streaming via GazwahTV
Rabu, 5 Mei 2021

Tema kali ini adalah tema dakwah dari seluruh dakwah para Nabi dan Rasul.
Kalau kita mentauhidkan Allah, maka ini akan mendatangkan ketentraman jiwa, mendatangkan jawaban dari pertanyaan yang banyak muncul di dalam diri kita.
"Air hujan dari langit, siapa yang mengatur waktu turun hujan, dan siapa yang meredakannya?"
"Cahaya matahari, siapa yang menjadikannya terbit dan siapa yang menjadikannya terbenam?"
"Bulan di malam hari, siapa pula yang mengaturnya untuk terbit, dan siapa yang membenamkannya?"
"Tubuh kita. Siapa yang menancapkan alis dan bulu mata di tubuh kita? Siapa yang membuat bola mata dengan urat-urat syarafnya? Siapa yang membuat hidung sehingga bisa menghirup aroma wangi dan bau? Siapa yang menciptakan lidah sehingga bisa merasakan nikmatnya makanan?"

Ketika kita meyakini bahwa segala hal di atas adalah Allah yang menciptakan, maka segala pertanyaan kita dapat terjawab dan akhirnya menentramkan jiwa.
 
Allah T'ala berfirman:
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang menggunakan akalnya. Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradatNya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur). Dan kepunyaanNyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepadaNya tunduk. Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagiNya. Dan bagiNyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ar-Rum : 20-27)

Allah Ta'ala berfirman:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmatNya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintahNya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karuniaNya, mudah-mudahan kamu bersyukur. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kami lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa. Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Ar-Rum : 46-50)

"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS. Ar-Rum : 54)

Allah telah banyak memberikan tanda-tanda sebagai pembuktian bahwa Dialah Sang Pencipta, lalu kita menjalankan perintahNya, termasuk saat kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan saat ini, itu karena kita meyakini adanya Allah sebagai pencipta dan yang memerintahkanNya.

QS. Al An'am : 1-3
 

Semua yang dilarang dalam agama dan diberikan ancaman-ancaman, itu bertujuan supaya manusia menyadari bahwa manusia memiliki pencipta. Adalah sebuah kebahagiaan ketika kita mampu mentauhidkan Allah.


"Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah yang memiliki 'Arsy dari apa yang mereka sifatkan." (QS. Al Anbiya : 22)

Kaum Atheis sering melakukan penelitian secara sains, dan terbukti bahwa apa yang terdapat di dalam Alquran adalah benar. Mereka dijadikan oleh Allah menjalankan penelitiannya dan kaum Atheis tersebut yang menentukan apakah dia akan beriman atau tidak.
Alquran telah membuktikan adanya Allah, karena tidak mungkin ada kalam tanpa ada yang mengucapkannya. Itu sebabnya Alquran adalah kalamullah, segala apa yang disampaikan Allah untuk seluruh makhlukNya di bumi dan langit.

Penting untuk kita bertauhid, mengesakan Allah dengan segala kekhususanNya.

Keutamaan mentauhidkan Allah:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka dimasuki oleh orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah) yang dengannya mengharap wajah Allah (HR, Bukhari No. 425 dan Muslim No. 33)

"Musa 'alaihissalam berkata pada Rabbnya, "Ya Tuhanku , ajarkanlah kepadaku sebuah doa untuk berdoa dan berdzikir kepadaMu." Allah berfirman, "Wahai Musa, katakanlah laa ilaaha illallah." Musa berkata lagi, "Wahai Tuhanku, semua hambaMu mengucapkan ini." (HR. Ibnu Hibban dan Hakim)

Dalam hadits Qudsi, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Allah berfirman: "Wahai anak adam, seandainya kau datang kepadaKu dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik kepadaKu dengan sesuatu apapun, maka Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula." (HR. Tirmidzi No. 3540)

Subhanaakallahumma wa bihamdika, asy-hadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Monday, 19 April 2021

KuiSyariat (1)

Q: 5 Tempat di Madinah yang disunnahkan untuk dikunjungi:
A: 1. Masjid Nabawi
     2. Masjid Quba
     3. Maqam Rasulullah
     4. Maqam Baqi
     5. Maqam Syuhada Uhud

Q: Siapa yang mendampingi Rasulullah hijrah ke Madinah:
A: Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu
 
Q: Keutamaan Masjid Quba:
A: 1. Mendapatkan pahala umrah
     2. Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah


Q: Berapa pahala shalat di Masjidil Aqsa?
A: 250 pahala, atau 1/4 dari pahala shalat di Masjid Nabawi

Q: Berapa sahabat Nabi yang meninggal di Perang Uhud?
A: 70 orang

Q: Sebutkan 2 sahabat yang meninggal di Perang Uhud 
A: Hamzah dan Mush'ab bin Umair

Q: Siapa nama sahabat Nabi yang tangannya terkena pedang ketika melindungi Nabi di perang Uhud?
A: Thalhah bin Ubaidillah

Q: Sebutkan nama perang di mana para sahabat diperintahkan untuk membuat parit
A: Perang Khandaq

Q: Siapa nama sahabat yang memiliki ide membuat parit dalam Perang Khandaq?
A: Salman Al Farisi

Q: Berapa panjang parit dalam Perang Khandaq?
A: 2,5 kilometer

Q: Berapa hari penggalian parit Perang Khandaq?
A: 6 hari

Q: Siapa nama istri Nabi yang nama ayahnya Umar?
A: Hafshah binti Umar

Q: Tahun berapa Umar bin Khattab menerima kunci Masjidil Aqsa?
A: Tahun 15 Hijriyah

Q: Kapan Nabi wafat?
A: Senin, 12 Rabiul Awwal 11 Hijriyah

Q: Apa tujuan ziarah kubur?
A: 1. Mengingat kematian
     2. Mendoakan mayit yang berada di kuburan
 
Q: Apa yang dibaca seseorang ketika minum air zam-zam?
A: Bebas, sesuai dengan niat meminumnya

Monday, 29 March 2021

Kajian Ahad: Mari Kita Transfer Pahala Untuk Mayit

Kajian Ahad
Tema: Mari Kita Transfer Pahala Untuk Mayit
Oleh: Ustadz Azhar Khalid bin Seff, Lc, MA
Masjid Nurul Iman, Blok M Square
Ahad, 28 Maret 2021

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak shalih" (HR. Muslim No. 1631)

Amalan-amalan yang sampai kepada mayit:
1. Berkaitan dengan doa dan istighfar
Allah Ta'ala berfirman:
"Ya Rabb, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang beriman. Ya Tuhan, sungguh Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang." (QS. Al Hasyr : 10)

Mendoakan mereka, mintakan ampunan kepada Allah untuk mereka yang sudah meninggal.

Dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi." (HR, Muslim No. 48 Kitab Adz Dzikr wad Du'aa halaman 88, lihat Ash Shohihah 1399).

Haram bagi setiap muslim mendoakan kebaikan bagi orang kafir yang sudah meninggal, termasuk jika itu keluarga atau orang tuamu.

Doa dan istighfar sangat bermanfaat untuk orang meninggal, dengan catatan dia meninggal dalam keadaan beriman kepada Allah.

2. Bersedekah atas nama mayit
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha:
"Ada seorang sahabat laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya, "Ya Rasulullah, sesungguhnya ibuku meninggal mendadak dan belum sempat berwasiat, dan aku yakin kalau dia sempat berbicara, maka dia akan mewasiatkan untuk bersedekah. Jika aku bersedekah atas nama ibuku, apakah pahalanya sampai untuk ibuku?", Rasulullah menjawab "Iya." (HR. Muslim)

3. Menghajikan atau umroh
4. Melaksanakan nazar si mayit
5. Melaksanakan puasa qadha si mayit

Subhanaakallahumma wa bihamdika, asy-hadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Tuesday, 23 March 2021

Kajian Senin: Dahsyatnya Sakaratul Maut

Kajian Senin
Tema: Dahsyatnya Sakaratul Maut
Oleh: Ustadz Abu Faris Yudi Kurnia, Lc
Senin, 22 Maret 2021 (8 Sya'ban 1442 Hijriyah)
Pukul 20.00wib

Orang-orang kafir yang berselimutkan dosa, maka di dalam sakaratul maut, mereka akan tersiksa dan dipenuhi rasa takut yang mencekam. Malaikat yang mencabut nyawa mereka akan berkata, "Keluarlah wahai ruh yang busuk dan menjijikan".

Allah Ta'ala berfirman:
"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu-waktu orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), "keluarkan nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatnya." (QS. Al An'am : 93)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Seorang hamba mukmin, jika telah terpisah dengan dunia, menyongsong akhirat, maka malaikat akan mendatanginya dari langit, dengan wajah putih. Rona muka mereka layaknya sinar matahari. Mereka membawa kafan dari surga serta hanuth (wewangian) dari surga. Mereka duduk di sampingnya sejauh mata memandang. Berikutnya, malaikat maut hadir dan duduk di dekat kepalanya sambil berkata, "Wahai jiwa yang baik, jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaannya". Ruhnya keluar bagai aliran cucuran air dari mulut kantong kulit. Setelah keluar ruhnya, maka setiap malaikat maut mengambilnya. Jika telah diambil, para malaikat tidak membiarkannya di tangannya (malaikat maut) sejenak saja, untuk mereka ambil dan diletakkan di kafan dan hanuth tadi. Dari jenazah, semerbak aroma misk terwangi yang ada di bumi." (HR. Ahmad 4/2876, 295, 296, dan Abu Daud kitab Sunnah bab Pertanyaan di Alam Kubur dan Siksanya No. 4753)

Adapun orang kafir, ruh mereka akan dikeluarkan secara menyakitkan dan sangat sulit, sehingga mereka merasakan siksaan sejak awal.

Mereka yang bergantung pada dunia, atau manusia yang ada di sekeliling mereka, atau orang kafir, maka perpisahan ketika sakaratul maut akan mempersulit keadaan mereka. Karena mereka mengusahakan segala sesuatu di dunia, dan dunia tidak akan bisa menolongnya.

Allah Ta'ala berfirman:
"Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat. Sekali-kali jangan. Apabila napas (seseorang) telah (mendesak) sampai kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?", dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau." (QS. Al Qiyamah : 24-30)

Adapun perpisahan orang yang beriman yang dirahmati oleh Allah dengan dunia adalah perpisahan kebaikan yang menyenangkan. Dunia adalah penjara bagi orang mukmin. Ini berarti ketika seorang mukmin meninggal dunia, maka ia terbebas dari penjara tersebut.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Dunia itu penjara bagi orang mukmin, dan surga bagi orang-orang kafir." (HR. Muslim No. 2956)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan hadits ini dengan perkataan, "Maknanya bahwa semua mukmin di dunia dipenjara atau dilarang dari syahwat-syahwat (perkara-perkara yang disukai) yang diharamkan dan dimakruhkan, dibebani dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan yang berat. Maka jika dia telah meninggal dunia, dia istirahat dari ini, dan dia kembali menuju perkara yang telah dijanjikan oleh Allah untuknya, berupa kenikmatan abadi dan istirahat yang bebas dari kekurangan. Sedangkan orang kafir, maka dia mendapatkan kenikmatan di dunia, dengan sedikitnya kenikmatan itu dan disusahkan dengan perkara-perkara yang menyusahkan. Jika dia mati, maka dia menuju kepada siksaan abadi dan kecelakaan yang kekal". (Syarh Nawawi pada Shahih Muslim No. 2956)

Pelajaran yang bisa diambil dari sakaratul maut adalah:
1. Keadaan sakaratul maut
Sakaratul maut adalah suatu keadaan di mana seseorang menderita di ujung kehidupannya. Belum lagi penyesalan yang dirasakan kecuali mereka yang dirahmati Allah.

2. Pintu taubat tertutup
Ketika dalam sakaratul maut, mereka yang baru bertaubat dan menyesali perbuatannya, maka semua itu sia-sia.

Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruh) belum sampai di tenggorokan." (HR. Tirmidzi, dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu)

Ketika nyawa sudah di tenggorokan, maka taubat tidak akan diterima oleh Allah.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sungguh beruntunglah seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istighfar yang banyak." (HR. Ibnu Majah).
 
3. Orang yang berada dalam sakaratul terbagi menjadi 2 keadaan
- Husnul khatimah
Orang yang akhir hidupnya dalam keadaan husnul khatimah adalah orang yang menutup hidupnya dengan baik, sehingga Allah meridhoinya. Orang yang wafat dalam keadaan ibadah, tidak selalu mati dalam husnul khatimah; tetapi yang terhitung adalah pada saat kematiannya tersebut. Jika ia penuh dengan keyakinan dan iman pada Allah saat ia dalam sakaratul maut, maka dia husnul khatimah.

- Su'ul khatimah
Orang-orang yang menutup hidupnya dengan keburukan dan maksiat, dalam keadaan dimurkai Allah, maka ia mati dalam keadaan su'ul khatimah atau mati yang buruk, seperti ia mati dalam kesyirikan atau hal buruk lainnya.

Kita tidak bisa memastikan seseorang mati dalam keadaan husnul khatimah atau su'ul khatimah, sampai kita benar-benar mengetahui bahwa kematiannya diridhoi atau dimurkai Allah. Kita tidak boleh memvonis keadaan seseorang ketika meninggal. Bisa saja ia sudah bertobat sebelum sakaratul maut. Tapi orang kafir, maka kita hukumi ia tidak beriman kepada Allah secara zahir atau lahiriyah yang nampak di hadapan kita. Tidak berguna segala kebaikan orang kafir di dunia ketika ia mati, dan Allah tidak akan menerimanya.

Setan selalu hadir dalam setiap aktivitas dan keadaan kita, termasuk dalam sakaratul maut. Untuk itu Rasulullah telah mengajarkan kita adab dan doa agar terhindar dari bisikan dan tipu daya setan dalam setiap keadaan. Setan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan pada saat seseorang dalam sakaratul maut, agar seorang hamba mati dalam keadaan su'ul khatimah.

Rasulullah bersabda:
"Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya, ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya." (HR. Bukhari No. 6493)

Kita tidak pernah tahu keadaan kita saat mati. Jangan pernah terlena dan ujub dengan setiap amalan yang kita lakukan selama nyawa belum sampai kerongkongan. Berlomba-lombalah selalu dalam kebaikan agar kita tercatat sebagai penghuni surga. Yang harus kita khawatirkan dan terus meminta pada Allah adalah bagaimana supaya akhir hidup kita husnul khatimah.
 
4. Saling tolong menolong dalam keadaan sakaratul maut
Yang bisa kita lakukan ketika saudara atau kerabat kita berada dalam sakaratul maut adalah mentalqinnya dengan mengucapkan kalimat Laa Ilaha Ilallah. Maksudnya adalah membimbing dan mengajarkan untuk mengucapkan kalimat tauhid tersebut dan pastikan itu adalah kalimat penutupnya.
 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Talqinkanlah (tuntunlah) orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dengan bacaan laa ilaha ilallah" (HR. Muslim No. 2162)
 
"Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah laa ilaha ilallah, maka dia akan masuk surga" (HR. Abu Daud)

Jangan melakukan sesuatu yang tidak diajarkan Rasulullah kepada orang yang berada dalam sakaratul maut, apalagi menuntun ia dengan ucapan selain laa ilaha ilallah.
 
Subhanaakallahumma wa bihamdika, asy-hadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Sunday, 7 March 2021

Kajian Sabtu: Hukum Menikah Bagiku

Kajian Sabtu
Tema: Hukum Menikah Bagiku
Oleh: Ustadz Isham Aini, Dipl. S.HI., Lc, MA 
Masjid Nurul Iman, Blok M Square, Jakarta Selatan   
Sabtu, 6 Maret 2021 - Ba'da Dzuhur
 
Status hukum nikah tergantung kondisi masing-masing. Bisa wajib, atau bisa juga sunnah; bahkan hukumnya bisa menjadi makruh atau haram. Namun, ada situasi yang terkadang memaksa kita untuk menikah, atau memaksa kita untuk menunda penikahan.

Syaikh Shalih al-Fauzan menjelaskan dalam Ushul Fiqh. Menikah, jika ditinjau dari status hukum syar'i, maka terdiri dari 5 jenis, yaitu:
 
1. WAJIB
Bagi seseorang yang sangat khawatir dirinya terjerumus dalam zina, jika dia menunda pernikahan, maka pernikahan adalah wajib hukumnya. Namun banyak dari kita yang menunda pernikahan meskipun hukumnya telah wajib bagi dirinya dikarenakan kekhawatiran terhadap dunia, belum kerja, belum mapan, dan sebagainya. Padahal justru inilah yang bisa menyulitkan di dalam pernikahan.

Carilah suami yang bertanggung jawab walaupun dia miskin, karena meski dia miskin, selama dia bertanggung jawab, maka dia akan senantiasa berusaha untuk memenuhi kewajiban terhadap keluarganya. Jangan cari laki-laki yang kaya, apalagi dia kaya dari orangtuanya. Lelaki semacam ini umumnya manja dan tidak mampu bersyukur karena sudah terbiasa hidup enak.

Rezeki sudah dijamin oleh Allah, maka jangan takut menikah walau miskin. Salah satu kendala seseorang menunda pernikahan adalah berasal dari orangtuanya yang tidak merestui karena calon suami belum mapan atau miskin. Maka yakinkan orang tua tentang niat dan tunjukkan kedewasaan, insyaa Allah akan diizinkan. Bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mudahkan segala urusan.

Allah Ta'ala berfirman:
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan mengadakan baginya jalan keluar, dan Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. Ath-Tholaq : 2-3).

Sesungguhnya status seseorang tidaklah penting di dalam pernikahan. Apakah dia janda, duda, lajang, ataupun bujang, selama agamanya baik, maka menikahlah.

Khusus ketika menikahi seorang janda karena Allah, orang-orang yang gemar memperhatikan atau menyantuni janda atau orang miskin, maka ia seperti orang yang sedang berada dalam jihad fisabilillah, shalat qiyamul lail, atau puasa sunnah. Banyak keutamaan di dalamnya.

Saat ini fitnah telah merebak dan menyebar luar biasa, begitu banyak aurat yang nampak tersebar, dan sebagainya. Maka Rasulullah berpesan untuk segera menikah. Jika belum mampu menikah, maka berpuasalah.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa yang belum mampu menikah maka berpuasalah, karena berpuasa dapat menjadi obat pengekang baginya." (HR. Bukhari 5065 dan Muslim No. 1400).

Baktikan diri dan perbaiki hubungan dengan orang tua dengan adab dan cara yang baik agar mereka bisa merestui pernikahan. Teruslah berdoa kepada Allah agar niat baik ini dapat segera dimudahkan.
 
Wajibnya menikah juga berlaku ketika untuk menjaga kesucian dirinya dari segala hal yang haram.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
"Jika seseorang sangat membutuhkan nikah, karena khawatir dengan perbuatan zina, maka dia boleh mendahulukan nikah daripada berhaji."

Menikah bagi yang dikhawatirkan dari zina, maka itu lebih afdhol dari shalat dan puasa sunnah.

"Tidak ada perbedaan dalam situasi fitnah antara mampu memberi nafkah atau tidak, maka segeralah menikah."

Pilih pasangan pertama kali yang baik agamanya, setelahnya baru tentukan kriteria yang lain. Karena tujuan pernikahan adalah agar kita tenang dan tentram bersama pasangan dan membentuk keluar yang diridhai Allah. Perhiasan dunia tidaklah sebanding dengan perhiasan memiliki pasangan yang shalih/shalihah.

Jangan nikahi laki-laki atau perempuan yang musyrik, jangan pula menikah dengan muslim tapi tidak baik agamanya, karena kamu akan merugi.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang baik agamanya, niscaya engkau akan beruntung." (HR. Bukhari No. 5090 dalam kitab an-Nikaah, Muslim No. 1466 dalam kitab ar-Radhaa', Abu Daud No. 2046 dalam kitab an-Nikaah, An-Nasa'i No. 3230 dalam kitab an-Nikaah, Ibnu Majh No. 1858 dalam kitab an-Nikaah, dan Ahmad No. 9237)
 
Sebelum melakukan pernikahan atau walimah, biasanya kita menentukan nilai, angka, atau nominal untuk walimah tersebut. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan angka tersebut agar sesuai dengan akad kedua belah pihak, yaitu:
1. Sesuaikan dengan kebutuhan;
2. Sesuaikan dengan konsep pernikahan'
3. Bicarakan bagaimana sebaiknya walimah akan dilakukan.
 
2. SUNNAH
Menikah disunnahkan ketika seseorang yang dianjurkan untuk menikah tapi masih bisa mengendalikan diri dari perbuatan dari zina.

3. HARAM
Jika seseorang berada di negeri kafir harbi (kafir yang mengganggu dan bahkan mengancam keselamatan umat Islam sehingga wajib diperangi), karena bisa membahayakan keturunan dan kuasa mereka, tidak ada jaminan keamanan bagi istrinya.

Pernikahan yang kemudian bisa merusak agama juga dilarang dan menjadi haram hukumnya.

4. MAKRUH
Ketika seseorang sudah tidak memiliki syahwat karena tidak terwujudnya salah satu tujuan pernikahan.

5. MUBAH
Tidak bermasalah dengan syahwat.


Satu hal yang penting diperhatikan untuk menentukan pasangan sebelum melakukan pernikahan adalah Shalat 5 waktu. Ada minimal 3 konsekuensi dari orang yang tidak melaksanakan shalat 5 waktu, yaitu:
1. Jika tidak shalat sama sekali, maka hukumnya adalah kufur; dan jika dalam pernikahan, maka hubungannya menjadi zina.
 
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan hendaknya mereka mendirikan shalat dan janganlah mereka menjadi orang-orang yang musyrik." (QS. Ar Rum : 31)
 
2. Kufur
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Pembatas antara seseorang dengan syirik dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim No. 82)

"Sesungguhnya perjanjian antara kita dengan mereka (kaum musyrikin) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir." (HR. At-Tirmidzi No. 2621)
 
3. Kalau dia tidak meninggalkan kewajiban shalat seluruhnya (malas-malasan), lalu bertaubat 3x, namun masih tetap lalai, maka itu bisa menjadikannya keluar dari Islam.
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah mengatakan:
"Jika seseorang mengakui wajibnya shalat namun ia dikalahkan oleh rasa malas dan meremehkan shalat, maka para ulama berbeda pendapat apakah ia menjadi kafir atau tidak. Sebagian ulama berpendapat jika seseorang meninggalkan satu shalat wajib saja hingga keluar waktunya, maka ia telah kafir. Sebagian ulama berpendapat ia tidak kafir sampai ia meninggalkan shalat seluruhnya. Inilah pendapat yang benar. Yaitu seseorang menjadi kafir jika meninggalkan shalat secara mutlak, karena berarti ia tidak ada keinginan sama sekali untuk shalat." (Majmu Fatawa war Rasail Ibnu Utsaimin, 12/51)

Subhanaakallahumma wa bihamdika, asy-hadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wednesday, 17 February 2021

Kajian Selasa: Kitab Fikih Asmaul Husna - Maha Tinggi

Kajian Selasa
 
Tema: Maha Tinggi
Kitab Fikih Asmaul Husna karya Asy Syaikh Al 'Allamah Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al 'Abbad Al-Badr (Hafizhahullah) 
Oleh: Ustadz Ayub Abu Ayub hafidzahullah
Masjid Nurul Iman, Blok M Square, Jakarta Selatan  
Selasa, 16 Februari 2021
 
Para ulama menyebutkan bahwasanya ketinggian Allah ada 3:
1. Zat
Allah Maha Tinggi, yakni ketinggian Allah dalam zatnya. Allah beristiwa di atas Arsy sesuai dengan keagunganNya. Allah tinggi di atas seluruh makhluk, terpisah dengan seluruh makhluk. Tidak bisa disamakan.

Yang menetapkan Allah beristiwa adalah Allah sendiri, Rasulullah menyampaikan kepada umatnya melalui Alquran, dan tugas kita adalah mengimaninya.

Alquran turun kepada Rasulullah kemudian para sahabat, dan mereka lebih paham tentang bahasa Arab. Tidak ada satu pun riwayat yang mengatakan bagaimana Allah beristiwa, melainkan semua mengimaninya.

Ketika seseorang datang kepada Imam Malik dan bertanya, "bagaimana Allah beristiwa?", Imam Malik lalu menjawab, "mengimaninya adalah wajib, dan bertanya adalah bid'ah."

2. Qadr (Sifat)
Ketinggian sifat-sifat Allah dan keagungannya tidak akan mungkin serupa atau mendekati dengan sifat makhluk. Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Ketika kita menetapkan sifat-sifat Allah, maka itu adalah kesempurnaan. Namun, ketika disandarkan pada sifat makhluk, maka penuh keterbatasan.

Ketika kita memikirkan bagaimana Allah beristiwa, maka kita akan menghilangkan keagungan sifat Allah. Ketinggian sifat Allah tidak akan bisa disamakan dengan sifat makhluk-makhluknya.

3. Qohar
Tidak ada yang lebih tinggi dari tingginya kekuasaan Allah. Seluruh alam semesta tunduk kepada Allah, tunduk kepada pengaturan Allah. Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang Allah tidak kehendaki maka mustahil akan terjadi.

Sifat tinggi Allah mencakup 3 hal di atas, agar tidak dipahami hanya dari sifat secara maknanya saja. Dalil-dalil menunjukkan bahwa sifat tingginya Allah mencakup segala sisi.

Dalam Kitab Syarh Aqidah Ahlussunnah karya Shalih Al-Utsaimin dikatakan bahwa:
"Sesungguhnya Allah Maha Tinggi dengan zatnya, dan ini ditunjukkan dengan Alquran, Sunnah, ijma', akal, dan fitrah."

Allah banyak sekali mensifati diriNya Maha Tinggi di dalam Alquran. Banyak dalil tentang tingginya Allah di atas para makhluknya. Seluruh bentuk macam pendalilan tentang tingginya Allah terdapat pula dalam hadits (Sunnah) Rasulullah.

Mu'awiyah ketika ditanya oleh Rasulullah, "Di mana Allah?", kemudian Mu'awiyah menjawab "Di atas langit", lalu Rasulullah bersabda: "Merdekakakan dia! Sesungguhnya dia adalah seorang muslimah" (HR. Muslim dan Abu Daud)

Ijma' seluruh ulama salaf tidak ada yang mengingkari bahwasanya Allah beristiwa di atas langit. Fitrah manusia pun akan dengan benar menjawab ketika ditanyakan "Di mana Allah?" selama fitrah tersebut tidak rusak atau sudah terkena syubhat dan yang lainnya.

Subhanaakallahumma wa bihamdika, asy-hadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Saturday, 6 February 2021

Kajian Jumat: Larangan Menumpahkan Darah Sesama Muslim

Kajian Jumat: Larangan Menumpahkan Darah Sesama Muslim
Pembahasan Kitab Syarhus Sunnah karya Imam Al Barbahariy
Oleh: Ustadz Mohamad Nursamsul Qamar, Lc
Jumat, 5 Februari 2021
Masjid Nurul Iman, Blok M Square, Jakarta Selatan

Tidak halal untuk ditumpahkan darah seorang muslim yang telah bersaksi Laa ilaahaa illallah kecuali:
1. Orang yang berzina setelah ia pernah menikah, baik statusnya masih sebagai suami/istri atau duda/janda


Wednesday, 3 February 2021

Kajian Rabu: Islam Adalah Sunnah, Sunnah Adalah Islam

Kajian Rabu
Kitab Syarhus Sunnah
Tema: Islam Adalah Sunnah, Sunnah Adalah Islam
Oleh: Ustadz Ali Hasan Bawazier
Masjid Nurullah, Kalibata City, Jakarta
Rabu, 3 Februari 2021 (21 Jumadil Akhir 1442 Hijriyah)
 
Islam adalah sunnah, dan sunnah adalah Islam. Agama ini tidak akan tegak tanpa sunnah.
Islam tanpa sunnah tidak akan sempurna. Kita pun tidak dapat mengetahui perkara ibadah jika tanpa sunnah.

Allah tidak membutuhkan makhluknya, namun makhluknya yang membutuhkan Allah.
Tidak ada konsep sesederhana Islam dalam beragama dan tentang ketuhanan.
 
Allah berfirman:
"Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan." (QS. Yunus : 58)
 
Alquran bukanlah ucapan Jibril atau Rasulullah, melainkan adalah Kalamullah. Salah satu faedah mukjizat Alquran adalah kita telah mampu menghapal surat Al Fatihah jauh sebelum kita bisa baca tulis. Bahkan kita selalu membacanya minimal 17x setiap hari dalam shalat 5 waktu.
 
Nikmat Islam adalah karunia dari Allah yang senantiasa harus kita syukuri. Begitu pula nikmati yang dirasakan oleh para penghuni surga kelak. Kita tidak akan bisa mendapatkan nikmat dan hidayah jika Allah tidak memberikannya, bukan karena hebatnya kita.
 
Umat Islam adalah umat terbaik yang dimunculkan oleh Allah bagi seluruh umat manusia.
Allah Ta'ala berfirman:
"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka." (QS. Ali 'Imran : 110)

Siapa manusia yang dimaksud?
Mencakup yang muslim dan yang kafir. Itulah mengapa sejak zaman dahulu kaum muslimin tiada henti-hentinya mendakwahkan tauhid, mengajak kaum kafir pada Islam.

Banyak yang tidak diuraikan dalam Alquran tapi dijelaskan dalam Sunnah. Mustahil menjadi seorang muslim sejati jika tidak berpegang pada Alquran dan Sunnah. Tidak lurus seorang muslin jika tidak mengikuti al-Jamaah (Para Sahabat) Rasulullah. Islam tidak akan benar tanpa Alquran, Sunnah, dan Sunnah para sahabat.

Subhanaakallahumma wa bihamdika, asy-hadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Saturday, 30 January 2021

Kajian Jumat: Talak 3

Kajian Jumat
Tema: Talak 3
Pembahasan Kitab Syarhus Sunnah
Oleh: Ustadz Abdullah Sya'roni
Jumat, 29 Januari 2021
Masjid Nurul Iman, Blok M Square, Jakarta

Apabila seorang suami telah menceraikan istrinya sebanyak 3x, maka istrinya menjadi haram baginya. Tidak halal baginya untuk menikahinya lagi sampai wanita tersebut dinikahi oleh laki-laki lain.

Tidak sah menikah kecuali ada seorang wali, 2 orang saksi yang adil, dan adanya mahar, baik sedikit ataupun banyak.

Talak secara bahasa adalah melepaskan ikatan. Diambil dari kata al-itlaq, atau dalam kata lain adalah meninggalkan. Talak secara terminologi syariat artinya adalah melepas ikatan pernikahan.
 
Lepasnya ikatan pernikahan ini pada saat diucapkan "kamu saya talak", maka ketika itu telah jatuh talak. Atau pada waktu yang akan datang, suatu kondisi suami mengatakan, "Kalau kamu keluar rumah tanpa izin saya, maka kamu tertalak." Apakah ini sudah langsung jatuh talak? Tidak. Tapi ketika istri melanggar dengan keluar rumah tanpa izin suaminya walau suaminya tidak melihat, maka ketika itulah jatuh talak pada istrinya.

Talak itu dari sisi pengucapan, terbagi menjadi 2:
1. Talak Sharih, adalah talak yang kalimatnya langsung dipahami dengan jelas dan tegas, tidak mengandung makna yang lain, bukan kiasan.
Misalnya, suami mengatakan kepada istrinya "kamu saya ceraikan", atau "kamu saya talak". Ketika suami mengucapkan kalimat  seperti itu, maka pada saat itu jatuh talaknya, meskipun dalam keadaan bercanda.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Ada 3 hal yang apabila dikatakan dengan sungguh-sungguh dianggap serius, tapi kalau diucapkan dengan main-main maka itu pun tetap serius. 3 hal itu adalah nikah, talak, dan rujuk."

2. Talak Qinayah, adalah talak yang mengandung banyak makna, seperti suami mengucapkan kepada istrinya "pulang sana ke orang tuamu". Apakah itu langsung jatuh talak? Tidak. Tergantung niat suami karena apa dia mengucapkannya. Jika suami berniat serius, maka jatuh talak. Jika suami mengucapkan itu hanya untuk cooling down atau tidak mau ribut, maka tidak jatuh talak.
 
Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah menikah dengan wanita kemudian diceraikannya. Ketika wanita itu masuk ke kamar pengantin, beliau mendekatinya lalu tiba-tiba wanita tersebut mengucapkan "Aku berlindung kepada Allah darimu", lalu Nabi mengucap "Kamu telah berlindung kepada dzat Yang Maha Agung, maka kembalilah engkau kepada keluargamu."
 
Pendapat pertama mengatakan bahwa wanita ini tidak mengetahui bahwa laki-laki yang dinikahinya adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Pendapat lainnya mengatakan bahwa wanita itu sombong karena merasa dirinya cantik karena keturunannya dan dia berharap laki-laki yang menikahinya berasal dari golongan raja-raja.

Contoh talak qinayah
Ka'ab bin Malik, tatkala ia bersama 2 sahabat lain yang tidak ikut Perang Tabuk. Lalu mereka diboikot oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Kemudian Nabi mengutus seseorang agar Ka'ab bin Malik menjauhi istri-istrinya. Lalu Ka'ab berkata: "Apakah aku harus menceraikan istriku?". Utusan itu berkata, "Tidak. Hanya untuk sekadar menjauhi saja". Lalu Ka'ab berkata kepada istrinya, "Kembalilah engkau kepada keluargamu."
Apakah itu jatuh talak? Tidak. Karena Ka'ab hanya sekadar menjalani hukuman karena tidak ikut Perang Tabuk, atas perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menjauhi istrinya.

Talak sharih jika telah diucapkan, maka telah jatuh talak secara syar'i, meski belum sampai diproses oleh pengadilan agama secara negara.

Dari segi boleh tidaknya suami rujuk dengan istrinya, maka talak dibagi 2 yaitu:
1. Talak Raj'i, adalah talak yang dijatuhkan suami kepada istrinya tanpa menerima pengembalian mahar dari pihak istri dan belum didahului dengan talak atau didahului dengan talak 1 dan 2. Dalam hal ini suami boleh rujuk kepada istrinya kapan saja selama masa iddah istri belum habis. Suami yang mentalak istrinya tanpa mengembalikan mahar.
 
Allah Ta'ala berfirman:
"Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik." (QS. Al Baqarah : 229)

Ketika suami sudah mengucapkan "kamu saya talak", istri menjalani masa iddah (3x haid), ternyata dalam masa itu keduanya menyesal dan saling memperbaiki sikap, berubah menjadi lebih baik. Jika mereka mau rujuk, suami hanya perlu mengatakan "Aku mau rujuk lagi kepadamu" atau berjima' (berhubungan suami-istri) dengan niat rujuk, maka sudah rujuklah mereka. Tidak perlu akad nikah, tidak perlu kasih mahar lagi, selama masih dalam masa iddah. Kesempatan ini hanya berlaku 2x.

2. Talak Ba'in, adalah talak yang tidak bisa rujuk. Seorang suami yang menceraikan istrinya hingga 3x.
Jika pada suatu waktu suami mentalak istrinya yang ketiga kalinya, maka ini sudah tidak bisa rujuk lagi sampai sang istri menikah dengan laki-laki lain dan mereka bercerai dan lewat masa iddahnya.
 
Talak Ba'in terbagi 2 macam:
1. Ba'in Sughro (kecil)
Ketika suami mentalak istri, maka jatuh talak dan istri menjalani masa iddah.
 
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka menunggu tiga kali quru' (masa iddah, tiga kali haid). Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir." (QS. Al Baqarah : 228)

Jika suami tidak mau merujuk hingga masa iddah selesai, namun tiba-tiba suami ingin rujuk setelah masa iddah, maka tidak bisa hanya mengucapkan "aku mau rujuk", melainkan mereka harus menikah ulang tanpa menunggu istri dinikahi oleh laki-laki lain, namun dengan akad dan mahar yang baru.

Nikah ulang dalam ba'in sughro ada 3 keadaan:
1. Suami tidak merujuk istrinya hingga masa iddah selesai;
2. Suami mentalak istrinya sebelum menggaulinya sama sekali;
3. Jika istri minta cerai (khulu').
 
2. Ba'in Kubro (besar)

Allah Ta'ala berfirman:
"Kemudian jika dia menceraikannya (setelah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal baginya sebelum dia menikah dengan suami yang lain" (QS. Al Baqarah : 230)

Hal ini banyak tidak dipahami sebagian orang, terutama suami-istri; padahal semuanya sudah ditentukan di dalam syariat.

Suami yang telah mentalak 3 istrinya, tapi masih berkeinginan untuk rujuk dengan istrinya, akhirnya dia melakukan rekayasa demi bisa rujuk kembali. Misalnya suami meminta temannya untuk menikahi istrinya yang sudah ditalak 3 tersebut, lalu memintanya untuk menceraikan istrinya tersebut agar ia bisa menikahi istrinya kembali. Ini hukumnya haram dan dosa besar, bahkan dilaknat oleh malaikat. Ini disebut dengan Tahlilun Nikah.

Jika suami yang telah mentalak 3 istrinya tapi ingin rujuk kembali dengan istrinya, maka syariat telah menetapkannya yaitu:
1. Istri sudah dinikahi oleh laki-lain secara alami;
2. Istri sudah digauli dengan laki-laki yang menjadi suaminya.

Talak 3 sekaligus dalam satu majelis atau perkataan, apakah dihitung talak 1 atau tetap talak 3?
Ada beda pendapat di antara para ulama, namun pendapat terkuat adalah masih talak 1 meski talak tersebut diucapkan sebanyak 3x atau lebih.

Allah Ta'ala berfirman:
"Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu, maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru" (QS. At-Talaq : 1)

Subhanaakallahumma wa bihamdika, asy-hadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wednesday, 27 January 2021

Kajian Selasa: Kabut Hitam Sihir dan Perdukunan

Tema: Latah Membawa Petaka
 
Pembahasan Kitab Al Mulakhkhos fi Syarhi Kitab at-Tauhid karya Asy-Syaikah Al-'Allamah Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan (hafizhahullah) 
Oleh: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray 
Masjid Nurul Iman, Blok M Square, Jakarta Selatan 
Selasa, 26 Januari 2021

Bab tentang sihir termasuk dalam bentuk kesyirikan, yang paling banyak tersebar dan menipu umat, terutama karena adanya para dukun dan tukang sihir yang tampil di depan umat, seakan-akan mereka adalah tokoh agama. Kebanyakan orang tidak mengenal kesyikiran ini sehingga banyak manusia yang tertipu akibat kebodohan dan kejahilan.
 
Dikarenakan kebodohan, tidak mengenal hakikat kesyirikan, jadi banyak orang yang mudah tertipu oleh para dukun berjubah tersebut.

Allah Ta'ala berfirman:
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan-lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir ilmu itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui." (QS. Al Baqarah : 102)

"Apakah kamu tidak memerhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Alkitab? Mereka percaya kepada jibt dan thagut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa' : 51)
 
Sifat golongan orang-orang berbuat bid'ah itu seperti Yahudi. Beramal dahulu, dalil belakangan. Walaupun salah, tetap harus ada dalil yang bisa mereka dapatkan. Orang-orang yang di hati mereka ada kesesatan, maka mereka akan mencari-cari dalil tersebut untuk semakin menyesatkan mereka, yang tidak pernah dikenal oleh para salaf, dan mereka menafsirkannya sendiri berdasarkan akal dan hawa nafsu mereka.

Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata bahwasanya yang dimaksud dengan jibt adalah sihir, dan yang dimaksud dengan thagut adalah syaitan.

Pelajaran yang bisa diambil dari pembahasan kajian ini adalah:
1. Diharamkannya sihir, sebagai perbuatan Yahudi yang berpaling dari kitab Allah;
2. Kafirnya tukang sihir, berdasarkan surat Al Baqarah : 102 dan surat An-Nisa' : 51 di atas;
3. Ancaman keras bagi mereka yang meninggalkan Alquran dan mengganti dengan selainnya; 
4. Sihir termasuk kesyirikan yang dapat membatalkan tauhid, bukan sekadar dosa besar.
 
Allah Ta'ala berfirman:
"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hambaNya. Dan mereka menakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya." (QS. Az Zumar : 36)

Tukang sihir dihukumi kafir karena 2 sebab, yaitu:
1. Sok tahu perkara ghaib, padahal hanya Allah yang mengetahui perkara ghaib.
Allah Ta'ala berfirman:
"Katakanlah: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bilamana mereka akan dibangkitkan" (QS. An Naml : 65)
 
Bahkan Rasulullah dan para malaikat pun tidak mengetahui tentang perkara ghaib.
 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal lalu mempercayai ucapannya, maka ia telah kafir terhadap Alquran yang telah diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam" (HR. Ahmad No. 9532)

Mengapa ada dukun atau tukang ramal yang meramal masa depan dan terjadi seperti apa yang dia ramalkan?
Itu karena setan-setan datang kepada mereka dan mengabarkan apa yang telah mereka curi dari pembicaraan malaikat. Ini disebut ghaib nisbi.
 
Adapun perkara ghaib terbagi menjadi 2, yaitu:
1. Ghaib Mutlak: Hanya Allah yang mengetahui;
2. Ghaib Nisbi: Diketahui oleh sebagian makhluk, dan tidak diketahui oleh sebagian makhluk lainnya.
 
2. Menjadi budak setan
Para dukun dan tukang ramal telah menjadi budak setan, menyembah setan, dan menuruti apapun yang diinginkan oleh setan. Manusia bisa melakukan sihir ketika dia telah menjadi budak setan. Makin dia kafir, maka dia makin sakti karena telah menjadi budak setan. Makin disenangi oleh setan.
 
Maka jangan heran jika banyak bentuk kekufuran dilakukan para tukang sihir. Mereka tidak segan menghina Alquran, menginjak Alquran, menghina Allah, mencaci Rasulullah, menghina syariat. Juga terdapat berbagai macam bentuk kesyirikan seperti menyembelih untuk setan, berdoa kepada setan, mempersembahkan berbagai sesajen, bahkan hingga menumbalkan keluarganya sendiri.

Imam Syafi'i mengatakan:
"Sihir perlu dirinci terlebih dahulu. Jika sihir tersebut minta kepada setan, maka dia dihukumi kafir. Namun jika melakukan sihir menggunakan obat-obatan, maka dia dihukumi sebagai pelaku dosa besar, tidak sampai kafir."

Namun sihir menggunakan obat-obatan bukanlah yang dimaksud dan dibahas dalam Alquran. Sihir ini hanyalah sihir dalam makna kiasan.
 
Siapapun yang mengganti kitab Allah dengan yang lainnya, maka itu pun termasuk syirik dan membatalkan tauhid. Ada ancaman yang keras terhadap mereka, bahkan bisa mengeluarkannya dari Islam.

Perbuatan dosa terbagi dua yaitu 1) Membatalkan tauhid, dan 2) Mengurangi kesempurnaan.
Orang yang beribadah tanpa tauhid, maka tidak ada gunanya sama sekali.

Allah Ta'ala berfirman:
"Jika kamu mempersekutukan Tuhanmu (berbuat syirik), maka akan hapuslah semua amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Az-Zumar : 65)

"Itulah petunjuk Allah, dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hambaNya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah setiap amalan yang mereka kerjakan." (QS. Al An'am : 88)

Mengapa sihir itu syirik? Karena dalam sihir ada penggunaan setan dan bergantung kepada mereka.
Di antara tipuan setan dan termasuk para dukun tersebut, mereka mengatakan bahwa setan-setan itu adalah pembantu mereka. Padahal faktanya, merekalah yang menjadi budak setan. Jangan tertipu.
 
Termasuk tipuan yang paling sering berhasil adalah amalan-amalan yang diberikan oleh setan atau diberikan oleh para dukun seakan-akan itu amalan berdasarkan ajaran Islam, seperti:
- Membaca laa ilaaha ilallah sebanyak 1000x setiap hari dan tidak boleh putus 40 hari, jika putus maka diulang lagi dari awal, dan tidak boleh maksiat juga menjaga shalat 5 waktu.
Contoh-contoh di atas lantas dapat memberikan tipuan seperti bisa menjadi kebal senjata tajam atau punya tenaga dalam. Ini semua adalah sihir walau semua amalannya terlihat benar. Maka di sinilah tipuan setan. Orang yang bodoh dan tidak belajar, dia akan mudahnya tertipu. Kenapa setan mau bantu, padahal amalannya seolah benar? Karena yang dia amalkan salah, dan niatnya juga. Niatnya berdzikir bukan untuk ibadah tapi untuk menjadi orang sakti. Menentukan jumlah dzikir 1000x juga bid'ah jika tidak ada di dalam syariat. Ini syubhat yang sangat halus.

Allah Ta'ala berfirman:
"Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah) berfirman: "Hai, golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapat kesenangan dari sebagian yang lain, dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami. Allah berfirman: "Neraka itulah tempat berdiam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali jika Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." (QS. Al An'am : 128)

Subhanaakallahumma wa bihamdika, asy-hadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.