Monday, 21 December 2020

Kajian Ahad: Engkau Tak Mungkin Bisa Lari

Kajian Ahad:
Pembahasan Kitab Quthuf min Asy-Syamail Al Muhammadiyah wal Akhlaq An-Nubuwah wal Adab Al Islamiyah karya Asy-Syaikh Jamil Zainu rahimahullah
Engkau Tak Mungkin Bisa Lari
Oleh: Ustadz Zainul Arifin hafizhahullah
Masjid Nurul Iman, Blok M Square, Jakarta Selatan
Ahad, 20 Desember 2020

Kita mengetahui rukun iman tentang adanya hari kiamat, di mana anak-anak Adam semuanya dibangkitkan oleh Allah.

Saat kita telah beriman kepada hari kiamat, maka kita akan tahu apa yang telah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kabarkan:
"Tidak akan bergeser sedikit pun kaki seorang hamba pada hari kiamat, sampai ia ditanya tentang empat perkara. 1) Umurnya dihabiskan untuk apa; 2) Masa mudanya digunakan untuk apa; 3) Hartanya dari mana ia peroleh dan digunakan untuk apa; 4) Ilmu yang dimilikinya diamalkan untuk apa." (HR. Tirmidzi, Ash-Shahihah No. 946)

Dalam hadist lain juga disebutkan, "Tubuhnya digunakan untuk apa?"

Setiap hamba Allah nanti di hari kiamat, ketika ia menghadap Rabb-nya, maka dirinya dan kakinya tidak akan bergeser sampai dia mendapatkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dari Allah. Jangan menjadi orang yang merugi karena tidak menyiapkan bekal.

Beberapa golongan yang tidak termasuk dalam keumuman hadits adalah:
1. Para Nabi
2. Orang-orang yang mati syahid
3. Orang-orang yang jujur
4. Orang-orang yang dijamin masuk surga dan tanpa hisab

Allah Azza Wa Jalla tidak akan melihat kepada:
1. Orang-orang musyrik;
2. Orang-orang yang mati di atas kekafiran;
3. Orang-orang yang menjulurkan pakaiannya (untuk laki-laki) hingga mata kaki (isbal) karena sombong.

Janganlah bicara sesuatu yang tidak bermanfaat, dan berbicaralah hanya pada sesuatu yang benar, karena setiap ucapan akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


I. UMUR & MASA MUDA
Waktu adalah perkara yang sangat penting. Allah akan bertanya kepada setiap hamba-Nya tentang umur yang telah diberikan kepada hamba-Nya dalam setiap waktunya.

Dua nikmat yang banyak manusia lalai karenanya dan tertipu dengan nikmat tersebut:
1. Nikmat sehat
2. Waktu luang
"Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan nikmat senggang." (HR. Bukhari No. 6412)

Mereka yang masih muda, masih senang foya-foya, main-main, membuang waktu sia-sia dengan main game atau dengan teman-teman, dan mengharapkan pujian dari orang lain, dan mereka semua akan ditanya oleh Allah Ta'ala.

Orang-orang yang beriman akan sangat mudah menjawab segala pertanyaan Allah di hari kiamat, karena segala pertanyaan tersebut tidak dijawab dengan hapalan semasa hidup, melainkan dijawab dengan keimanan.

II. HARTA
Dari mana ia mendapatkan hartanya? Apakah dari jalan yang halal atau jalan yang haram?
Banyak manusia yang terjerumus ke dalam harta haram, khususnya riba. Termasuk pedagang yang tidak jujur, sehingga menipu orang lain.

Allah dan Rasul-Nya telah mengumumkan perang kepada pelaku riba. Kezaliman akan menyebabkan kegelapan bagi manusia di hari kiamat.

Allah Ta'ala berfirman:
"Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari perbuatan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya." (QS. Al Baqarah : 278-279)

Namun jika manusia mendapatkan harta halal, Allah akan bertanya apakah harta tersebut digunakan untuk ketaatan atau kemaksiatan. Jika diperoleh dengan jalan halal tapi digunakan untuk maksiat, maka dia akan merugi.

 
III. ILMU
Untuk apa dia amalkan ilmu (agama)nya?
Orang yang menuntut ilmu (agama) dalam rangka mencari keridhaan Allah, maka dia akan beruntung. Sebaliknya, jika orang malas menuntut ilmu, maka dia adalah orang-orang yang merugi, dan Allah akan memberikan pengadilan yang seadil-adilnya di hari kiamat.

Allah Ta'ala berfirman:
"Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (QS. Al Kahfi : 103-104)

Rasulullah bertanya,
"Tahukah kalian siapa orang yang merugi?"

Sahabat menjawab,
"Orang yang merugi adalah orang yang tidak punya perbekalan modal dan uang."

Rasulullah bersabda:
"Orang yang merugi adalah dia yang datang kepada Allah membawa pahala shalat, zakat, puasa, dan amalan lainnya, namun di sepanjang hidupnya, dia memaki dan menyakiti orang lain dengan lisannya, maka segala amalannya akan berpindah kepada orang yang dizalimi tersebut."

Namun ada orang yang lebih bangkrut lagi. Dia adalah orang yang memiliki ilmu tapi tidak diamalkan. Mereka akan diadzab terlebih dahulu daripada penyembah berhala. Karena niat baik saja tidak cukup, melainkan dibutuhkan amalan yang sesuai dengan syariat Allah dan tuntunan Rasulullah sesuai dengan pemahaman para sahabat.

Subhanaakallahumma wa bihamdika, asy-hadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

No comments:

Post a Comment