Oleh: Ustadz Ega Abu Fahd
Kamis, 8 Juli 2021Apa sih Tauhid?
Tauhid adalah ilmu yang paling penting dan paling mulia, dan amalan yang paling hebat.
Kalau kita membayangkan ilmu dan amalan yang terbaik, maka tauhid berada di atasnya.
Kemuliaan sebuah ilmu dilihat dari kandungan ilmu tersebut.
Tauhid menentukan nasib kehidupan seseorang di dunia, apakah di akhirat nanti kita masuk surga atau neraka.
Allah adalah satu-satunya yang harus diakui dalam masalah Rububiyah, yaitu bagaimana kekuasaan Allah, dalam artian apapun yang Dia lakukan hanya Dia yang mampu. Allah satu-satunya yang paling berhak untuk diibadahi.
Allah satu-satunya yang memiliki sifat yang sempurna dan tidak ada kekurangan sedikit pun.
Kandungan tauhid semuanya menceritakan tentang Allah.
Kedudukan Tauhid dalam Islam sangat tinggi. Tauhid adalah ilmu yang harus dipelajari pertama kali oleh setiap muslim atau orang yang baru masuk Islam.
"Ajarkan mereka shalat 5 Kali dalam sehari. Kalau mereka taat, maka jelaskan pada mereka bahwa mereka juga harus bersedekah."
Perintah shalat diturunkan pada tahun ke-10 kenabian. Dari tahun 1-10 itu Nabi mengajarkan umatnya tentang tauhid.
Seluruh isi Alquran membahas tentang tauhid. Isi kandungan Alquran terdiri dari 3:
1. Ayat tentang cerita atau kisah
2. Ayat tentang asma wa sifat (nama-nama dan sifat) Allah
3. Ayat tentang hukum-hukum
Kisah-kisah orang shalih yang diceritakan dan dipuji oleh Allah di dalam Alquran adalah mereka yang mentauhidkan Allah.
QS. Al An'am : 74-79
QS. Luqman
Semua ibadah tujuan yang disyariatkan adalah untuk membuktikan tingkat tauhid dalam diri seseorang.
Kalo kita perhatikan dalam Rukun Islam, 4 rukun setelah syahadat, sesungguhnya untuk menopang rukun yang pertama tersebut. Ibadah tanpa tauhid maka seluruhnya ibadahnya tidak terima.
Tauhid bukan sekadar di lisan. Orang bisa saja mengucapkan syahadat ribuan kali, tapi selama dia masih melakukan kesyirikan, maka tauhidnya palsu.
Semua ketentuan Allah pasti ada hikmahnya, dan setiap Muslim pasti sami'na wa atho'na, apapun perintah dan larangannya.
Tauhid adalah satu-satunya jalan seseorang bisa masuk ke dalam surga. Dari mana kita tahu?
Rasulullah
"Barangsiapa yang bersaksi tiada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, maka dia akan masuk surga"
"Barangsiapa yang kalimat terakhir dalam hidupnya adalah Laa illaha ilallah, maka dia akan masuk surga"
Bahwasanya semua musibah itu datangnya dari Allah. Kemudian perkataan seperti menyalahkan orang lain atau sesuatu, seakan-akan menafikan keberadaan Allah.
Ketika kita berkeyakinan bahwa segala musibah datang dari Allah, maka ini salah satu dari bertauhid. Tapi ketika berkeyakinan musibah terjadi karena seseorang, maka ini bisa terjatuh kepada kesyirikan.
Apa benar perkara tauhid ini dikucilkan?
Apa mungkin tauhid dikucilkan?
Dari realita, tentang mata pelajaran tauhid, maka tidak kita temukan melainkan hanya sedikit.
Sekarang, alhamdulillah sudah mulai berkembang masjid-masjid atau media yang mengajarkan tentang tauhid.
Namun ternyata masih lebih ramai pelajaran yang membahas tentang dongeng, seperti wali bisa terbang, orang bisa shalat di dua tempat, dan sebagainya. Justru kajian seperti ini yang banyak jamaahnya.
Di antara syirik kecil adalah
"kalau bukan karena Fulan, saya sudah mati"
"Kalau bukan karena Fulan, saya tidak akan seperti ini"
Barangsiapa yang bersumpah selain nama Allah, maka dia telah jatuh dalam kesyirikan.
Tauhid ini tidak dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, melainkan dibawa oleh para Nabi dan Rasul. Sedangkan Syaikh hanya mengajarkan saja, bersama dengan ulama yang lain yang menyandarkan kepada Alquran dan Sunnah.
Sebab lain mengapa Tauhid dikucilkan adalah
- karena jahilnya kaum muslimin yang tidak paham urgensi tentang tauhid. Karena di Indonesia khususnya, pendidikan tauhid sangat minim.
- mereka banyak mengatakan "saya sudah Islam, untuk apa belajar tauhid?". Maka kita katakan kepada mereka bahwa tauhid butuh dibuktikan dan diamalkan, bukan hanya melalui lisan
-
No comments:
Post a Comment