Thursday, 29 July 2021

Kajian Kamis: Sejarah Terorisme

Kajian Kamis
Tema: Sejarah Terorisme
Oleh: Ustadz Abu Fahd Ega
Kamis, 29 Juli 2021
via Clubhouse

Jika berbicara teroris, maka itu tidak akan lepas sebuah firqoh bernama Khawarij.
Khawarij adalah salah satu firqoh sesat di antara 6 kelompok sesat yang besar.

Adanya firqoh sesat ini sudah disampaikan oleh Rasulullah ﷺ bahwasanya akan ada perpecahan.
"Berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin"

"Yahudi terpecah 71 golongan, Nashrani terpecah menjadi 72 golongan, dan umatku terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk neraka kecuali 1 golongan, yaitu mereka yang berjalan di atas ajaranku dan para sahabatku"

Khawarij salah satu firqoh yang keluar dari ajaran Rasulullah ﷺ.

Di antara tanda Khawarij
- Membenci pemimpin kaum muslimin
- Membenci kaum muslimin yang tidak sepemahaman

Istilah Khawarij jika didefinisikan secara umum adalah ahlul bid'ah, karena mereka keluar dari ajaran yang benar.

Namun secara khusus, Khawarij adalah firqoh itu sendiri yang memberontak kepada pemerintah.

Orang yang menuduh ahlussunnah sebagai Murji'ah, sesungguhnya mereka tidak tahu apa itu Murji'ah. Itu hanya tuduhan mereka karena kejahilan.

Bibit Khawarij sudah ada sejak zaman Rasulullah ﷺ dan ditanam oleh orang-orang munafik.

"Bahwasanya Ali ketika di Yaman, beliau mengirim harta rampasan kepada Rasulullah ﷺ di Madinah, lalu Nabi membagikan harta itu kepada 4 orang. Ada salah satu yang komentar "Wahai Rasulullah, kamu berikan harta ini kepada pembesar dari Nejd, sedangkan kami tidak dapat apa-apa". Nabi berkata "aku berikan itu untuk melembutkan hati mereka". Lalu datang seseorang dengan jenggot lebat, kantung mata hitam dan botak, lalu ia berkata "Bertaqwalah kepada Allah". Nabi mengatakan "Apakah Allah memberikanku amanah untuk mengurus penduduk bumi, lalu kalian tidak percaya kepadaku". Lalu salah satu sahabat Nabi minta izin untuk membunuh orang itu. Nabi katakan "dari keturunan orang ini, mereka membaca Alquran tapi hanya sampai kerongkongannya"

Zul Khuwaisiro. Dia salah satu dari Bani Tamid berkata "Wahai Rasulullah, berlaku adillah". Lalu Rasulullah ﷺ berkata, "Jika aku tidak bisa adil, lalu siapa yang bisa adil". Umar kemudian minta izin untuk memenggal kepalanya, dan Nabi berkata "Biarkan. Kalian akan meremehkan shalat kalian jika melihat shalat mereka"

Bibit ini terus tumbuh sampai zaman Utsman. Ada yang tidak ridho kemudian memberontak. Mereka datang ke Madinah berpura-pura sebagai jamaah haji.

Di tengah jalan mereka mendapatkan surat palsu dari orang yang tidak suka perdamaian berisi "ketika orang-orang pulang ke kotanya mereka akan dibunuh oleh pemimpin" Inilah awal mulanya Utsman terbunuh.

Bibit ini terus tumbuh. Terjadi di zaman Ali pada 38 Hijriyah pada perang Sifin. Kemunculan terjadi ketika ada keributan antara pasukan Ali dan Muawiyah. Mereka sepakat mengutus 2 orang untuk berdamai (tahqim). Sekelompok bibit Khawarij tidak ridho dan mengatakan "sebuah masalah harus diselesaikan dengan hukum Allah" dan mengatakan kepada Ali "tidak ada hukum kecuali hukum Allah"

Lalu ditentukan waktu pertemuan antara 2 utusan Ali dan Muawiyah. Saat itu Ibnu Abbas minta izin ke Ali untuk menasihati Khawarij yang sudah berkumpul sebanyak 6000 orang. 

Pakaian hulal (dari Yaman) yang dikenakan oleh Ibnu Abbas dihalalkan oleh Islam.

Orang-orang Khawarij bertanya "ada apa kamu ke sini?" Ibnu Abbas berkata "Saya datang sebagai utusan para sahabat Nabi, dan saya keponakan Nabi. Para sahabat lebih mengerti tentang Alquran daripada kalian, dan tidak satupun saya melihat ada sahabat di antara kalian"

Sebagian dari mereka bilang "Jangan mau debat dengan Quraisy. Allah bilang bahwa kaum itu suka debat." Ibnu Abbas berkata "Saya tidak pernah lihat suatu kelompok yang bersemangat seperti mereka. Tubuh mereka banyak tanda-tanda ibadah"

Ibnu Abbas berkata "Tuduhan apa yang kalian sematkan kepada para sahabat dan sepupunya", mereka berkata " ada 3 hal"
1. Karena Ali mengutus seseorang untuk memutuskan hukum Allah, karena tidak ada hukum selain hukum Allah
2. Saat di perang Jamal, Ali tidak mengambil ghanimah dari Aisyah. Jika yang diperangi Ali adalah orang kafir, maka harta mereka halal. Tapi jika Ali merasa pasukannya Aisyah muslim maka tidak boleh diperangi
3. Karena Ali pernah menolak dipanggil Amirul Mu'minin. Karena jika Ali tidak mau dipanggil Amirul Mu'minin, berarti dia pemimpin kaum kafir.

Ibnu Abbas berkata, "apakah ada yang lain?" Tidak
Ibnu Abbas membantah "Apa pendapat kalian jika saya bacakan ayat-ayat Allah dan hadits Rasulullah ﷺ. Apakah kalian mau rujuk dan kembali pada pasukan Ali?

"Allah berfirman tentang seorang wanita dan suaminya. Kalau kalian takut terjadi kekacauan di antara mereka, maka utuslah hakim di antara keluarga laki-laki dan keluarga perempuan. Maka aku bersumpah, mana yang lebih besar maslahatnya, menjaga darah kaum muslimin atau masalah kemaluan perempuan?"

Khawarij berkata "Darah kaum muslimin dan mendamaikan mereka." Ibnu Abbas bertanya, "Apakah sudah selesai tuduhan kalian yang pertama?", Mereka menjawab "Iya"

Ibnu Abbas berkata lagi "Kalau kalian mau menghalalkan Aisyah apa yang telah dihalalkan orang lain, maka kalian telah kafir, karena Aisyah adalah ibu kaum muslimin. Kalau kalian berkata Aisyah bukan ibu kaum muslimin, maka kalian juga telah kafir. Kalian berada dalam 2 kesesatan"

Lalu Khawarij saling memandang

"Nabi dan istri-istrinya lebih utama dari orang-orang mukmin"

"Sudah selesai tuduhan kedua?" "Iya"

"Adapun tuduhan kalian bahwa Ali menolak dipanggil Amirul Mu'minin. Apakah kalian pernah dengar bahwa Nabi pernah berdamai dengan kaum musyrikin?"

Nabi membuat perjanjian
Orang musyrik berkata, "kalau kami mengakui kamu adalah Rasulullah, maka kami tidak akan memerangi kalian"

Akhirnya Rasulullah ﷺ meminta Ali menghapus tulisan Rasulullah menjadi "Inilah Muhammad bin Abdullah"

Rasulullah ﷺ tidak lantas tidak menjadi Nabi karena telah mengganti namanya.

"Apakah sudah selesai masalah ketiga?", "Iya" 

2000 dari orang-orang Khawarij akhirnya bertaubat. Sisanya lagi adalah yang akhirnya keluar berperang.

Di jalan menuju peperangan, Khawarij menangkap Abdullah bin Khabab salah satu sahabat dan istrinya yang sedang hamil. Lalu perut istrinya dibelah oleh Khawarij. Dalam perjalanan lagi, mereka tidak sengaja membunuh hewan orang kafir dan minta maaf kepada orang kafir itu.

Mereka membunuh orang-orang muslim dan meninggalkan orang-orang kafir. Bukti yang disebut oleh Rasulullah ﷺ cocok dengan mereka.

Peperangan sudah dekat, saat itu Ali masih berusaha supaya tidak jadi berperang.
Ali berkata "kita hentikan perang tapi kalian berikan pembunuh Abdullah bin Khabab". Khawarij berkata "kami semua yang membunuhnya", maksudnya adalah mereka tetap mau berperang.

Ali masih berusaha berdamai dengan mengajak mereka bertaubat, dan mereka menolak. Lalu Ali memutar kudanya karena mereka menolak mundur. Ali sebutkan keutamaan hadits membunuh Khawarij
"Jika aku menyampaikan kepada kalian dari Rasulullah ﷺ, dilempar dari langit lebih aku sukai daripada berperang dengan kalian"

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Akan keluar di akhir zaman sebuah kaum yang umurnya masih belia, bodoh, kemudian berdalih dengan perkataan terbaik (Alquran), mereka membaca Alquran tapi tidak sampai kerongkongannya, mereka melesat keluar dari agama. Kalau kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka. Karena dengan membunuh mereka, akan ada balasan dari Allah di hari kiamat"

Lalu peperangan terjadi dan Ali hanya membutuhkan 1 jam untuk mengalahkan mereka dan pasukan mereka hanya tersisa 10 orang.

Setelah peperangan, Ali minta untuk mencari seseorang dengan pundaknya yang seperti payudara (cacat). Lalu setelah dicari akhirnya ditemukan lalu dibawa ke hadapan Ali dan Ali langsung sujud syukur kepada Allah dan tanda benarnya keputusan Ali"

10 orang yang tersisa dan kabur dari peperangan, mereka membuat makar dan mencoba membunuh pemimpin
1. Ali
2. Muawiyah (ketahuan)
3. 

Abdurrahman bin Muljam keluar di waktu Subuh dan menikam Ali yang sedang berjalan hendak shalat Subuh lalu berkata "tidak ada hukum selain hukum Allah" dan "di antara manusia ada orang yang rela menjual dirinya kepada Allah dan mengharapkan ridho Allah"

Bahaya dari bid'ah dan syubhat. Mereka merasa benar tapi bahwasanya itu adalah kesalahan besar. Selama syubhat dalam dirinya belum hilang, maka bid'ah yang dilakukan akan dianggap benar.

Berakhirlah mereka hingga pemikiran mereka sampai ke zaman kita sekarang.

Dari kisah ini dirangkum oleh para ulama, di antaranya Imam Al Barbahariy
"Barangsiapa memberontak kepada imam kaum muslimin, maka dia termasuk dari kelompok Khawarij."

Ibnu Taimiyah berkata
"Khawarij adalah kelompok pertama yang mengkafirkan kaum muslimin dengan dosa yang kecil. Bahkan sesuatu yang bukan dosa bisa menjadi sebab keluarnya seseorang dari Islam. Mereka menghalalkan harta dan darah kaum muslimin"

Sebab penyimpangan mereka adalah karena kejahilan.

Ibnul Qayyim memberikan perincian, tidak semua yang memberontak kepada penguasa adalah Khawarij

Khawarij terbagi menjadi 2:
1. Khoriji, memiliki sifat seperti yang dikatakan Nabi dan para ulama. Mereka memerangi kaum muslimin.

2. Bhugot (pelaku maksiat), keluar kepada penguasa dengan menuntut hak mereka. Apakah mereka Khawarij seperti yang disebutkan Nabi? Maka jawabannya tidak. Namun mereka menyelisihi sunnah Nabi untuk bersabar kepada penguasa.

Penyebab munculnya penyimpangan Khawarij
1. Tidak mau menghormati para ulama
2. Mengangkat orang-orang bodoh jadi ulama mereka
Pemimpin mereka bukanlah orang-orang yang paham agama, karena tidak memiliki ilmu

Hasan Al Bashri berkata:
"Fitnah ketika terjadi, maka yang mengetahui hakikatnya adalah para ulama. Maka mereka peringatkan orang-orang agar tidak terkena. Adapun ketika fitnah itu sudah terjadi, maka semua orang tahu bahwa itu fitnah.

3. Menjadikan semangat amarah sebagai pemimpin mereka
Rasulullah ﷺ bersabda
"Kalian akan melihat perselisihan yang banyak setelahku. Hendaklah kalian berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin dan gigitlah dengan gigi geraham kalian"

Terorisme sudah ada sejak jaman Rasulullah ﷺ hingga zaman kita sekarang.
1. Hormati para ulama
2. Berhati-hati dalam mengambil ilmu, jangan ambil semua orang
3. Tidak terburu-buru dalam belajar, terutama belajar agama.
4. Senantiasa memeriksa sebuah kebenaran, jangan cepat menghakimi dan mudah menyebarkan fitnah. Kita harus cerdas
5. Sabar, termasuk kepada pemerintah

No comments:

Post a Comment