Tema: Akhirat Kukejar, Dunia Kugenggam
Oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah hafizhahullah
Jumat, 16 September 2022
Live Streaming
Berapa banyak jumlah manusia di bumi ini, tapi kebanyakan sibuk mengejar dunianya masing-masing. Sadarkah kita, bahwa yang kita tinggali sekarang pernah ditinggali oleh orang lain? Sekarang, ke mana pemilik rumah itu? Pergi, meninggalkan dan menyerahkan rumahnya kepada kita dan nggak pernah kembali.
Pernah ada seorang ulama bersama murid-muridnya pergi ke kuburan. Di dalam perjalanan, mereka melihat segerombolan anjing. Ternyata ada yang melempar bangkai ke gerombolan anjing itu, lalu mereka saling menggonggong saling berebut, kedamaian mereka hilang karena dunia.
Dunia, membuat saudara memutuskan silaturahmi, membuat sahabat berpisah, membuat sepasang yang saling mencintai bisa saling bermusuhan. Maka, kita harus punya ilmu agar memahami bahwa yang kita kejar hanya bangkai.
Allah ﷻ berfirman:
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. (QS. Al Isra 18-20)
Golongan pertama,
Mereka adalah golongan yang mencari dunia. Mereka ada yang beriman dan ada yang kafir. Mereka bekerja untuk dunia, mereka tidur untuk dunia, mereka makan untuk dunia, karena bagi mereka kehidupan hanya dunia.
Hidup di dunia ini sebentar. Di antara yang mengejar dunia adalah mereka yang beriman yang sudah dibutakan oleh dunia. Shalat lalai bahkan ditinggalkan, puasa diabaikan. Allah akan mensegerakan bagi mereka di dunia bagi siapa yang Allah kehendaki.
Orang yang mencari dunia dan hanya itu yang ada di pikirannya, dia tidak beriman dengan hari akhir, maka Allah akan membuat mereka semakin lalai. Kalau kita mau merenungkan dengan seksama, apa yang Allah berikan kepada mereka adalah sesuatu yang hina.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Andaikata dunia ini ada nilainya di sisi Allah seperti satu sayap nyamuk, maka orang kafir tidak akan diberikan"
Karena dunia ini tidak ada nilainya, maka Allah kasih, dan mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina.
Sehebat apapun, sekaya apapun manusia, tapi ambisinya adalah dunia, maka tempatnya adalah neraka jahannam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina." (HR. Tirmidzi)
2 orang yang mencari akhirat:
1. Mereka yang berupaya sesuai dengan aturan agama. Dia menjalankan sesuai dengan Sunnah
2. Mereka yang melakukan amalan-amalan yang tidak ada tuntunannya, tata caranya tidak sesuai dengan Sunnah.
Mereka yang mencari akhirat harus ikhlas karena Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Dia harus semangat.
Surga hanya untuk orang-orang beriman, bukan untuk orang kafir.
Mereka yang mencari akhirat tanpa iman, maka semua amalannya akan dijadikan seperti debu yang berterbangan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa yang aman tentram di tempat tinggalnya, punya yang dia makan, seakan-akan dunia dan seisinya diantarkan kepadanya"
Imam Ahmad bin Hambal berkata:
Zuhud adalah memendekkan angan-angan.
Ali bin Abi Thalib berkata:
"Dunia itu pergi ke belakang, adapun akhirat akan datang, dan dua negeri ini sama-sama memiliki. Jadilah kalian anak-anak akhirat. Jangan menjadi anak-anak dunia. Sekarang kita beramal dan tidak dihisab, dan nanti akan dihisab tanpa bisa menambah amal."
Allah ﷻ berfirman:
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al Qasas : 77)
Gunakan waktu, harta, jabatan, untuk mencari akhirat.
QS. Al A'la 16-17.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jangan jadikan dunia pencapaian ilmu kita."
Agar kita mencari akhirat, kita perlu bandingkan antara dunia dengan akhirat.
No comments:
Post a Comment