Tuesday, 14 March 2023

Kajian: Sirah Nabawiyah (Pertemuan Ke-5)

Kajian Selasa
Sirah Nabawiyah (Pertemuan ke-5)
Oleh: Ustadz Riyadh Bajrey hafizhahullah
Selasa, 14 Maret 2023
Masjid Baitussalam, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Indonesia 

Di antara level orang beriman adalah yakin.
Keyakinan adalah cabang besar dan sifat orang-orang yang bertaqwa.

Keilmuan yang benar diyakini yang di mana keyakinan itu bisa direalisasikan.

Yakin adalah sebuah pengetahuan yang diketahui dan diyakini dengan sempurna, tidak ada keraguan, dan dia merealisasikan apa yang dia yakini.

Tidaklah surga bisa dikejar kecuali dengan yakin. Tidak pula seseorang bisa menjauhkan diri dari neraka karena keyakinan.

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata:
Andai kadar keyakinan terjadi di dalam hati, niscaya hati manusia akan terbang karena berangkat dari kerinduannya kepada surga, dan berangkat dari takutnya dia kepada neraka.

Keyakinan adalah ketika kau tidak menyalahkan tuhanmu atas apapun yang menimpamu.

Ibnu Rajab berkata:
"Barangsiapa yang bisa merealisasikan keyakinan di dalam hatinya, niscaya dia akan sangat mengandalkan Allah di dalam seluruh urusan kehidupannya, berangkat dari keridhoannya kepada Allah yang telah mengatur takdirnya, dan dengan itu dia akan terputus dari ketergantungan dari para makhluk, dan keyakinannya itu akan membuat dia menjauhkan diri dari mengejar dunia yang dengan sebab itu dibenci oleh Allah."

Abdullah bin Mas'ud berkata
"Kesabaran adalah setengah keimanan. Adapun yakin adalah keimanan secara keseluruhan."

Ibnu Rajab berkata bahwa Abu Bakar Al Muzani berkata,

Abu Bakar begitu dipuji karena tidaklah Abu Bakar melampaui para Sahabat dalam ibadah kecuali dengan keyakinan.

Tidaklah seseorang berada di atas kemuliaan karena ibadahnya, tetapi karena jiwanya yang dermawan, sehingga ia tidak merasa khawatir.

Imam Ahmad ditanya tentang tawadhu, ia berkata:
Ketika kau keluar dari rumahmu dan tidaklah engkau melihat seorang pun lebih rendah dari dirimu.

Ibnul Qayyim
Tidaklah sempurna kebaikan di dalam seorang hamba, baik di dunia dan di akhirat kecuali dengan 2 hal:
1. Yakin
Dengan keyakinan itu, dia bisa merealisasikan diri masuk ke dalam surga.

2. Keselamatan jiwa dan raga
Dengan kesehatan dia bisa terhindar dari tipuan dunia.

Ibnul Qayyim rahimahullah 
Ketahuilah bahwa keyakinan dari seluruh nilai keimanan adalah sebagaimana jiwa bagi raga. Dengan keyakinan tersebut menjadikan orang-orang berada dalam posisi yang berbeda-beda.

Dua unsur keimanan kepada Allah ada 2, yaitu:
1. Yakin
2. Cinta

Betapa yakin dan cinta tersebut bisa mendatangkan keinginan beramal shalih.

Yakin adalah pusat kendali hati. Berangkat dari apa yang dia yakini, dan dengan keyakinan itu membuat kesempurnaan sesuai kadar keimanan, dan dengan itu bisa mengenal keyakinan tentang Allah.

Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu,
"Tidaklah Nabi ﷺ berdiri dari majelis sebelum dia mendoakan para Sahabatnya yang menyimpulkan semua kebaikan untuk seorang hamba"

"Apabila engkau tidak mau menolong Rasulullah ﷺ, maka Allah yang akan menolongnya.
QS

Dengan keyakinan, akan ada keutamaan
1. Ilmu 
2. Tawakkal
3. Ridho dengan apapun yang Allah telah berikan kepadaNya
4. Hatinya tidak bertanggung kepada selain Allah.
5. Senantiasa yakin dengan apa yang telah Allah tetapkan

3 tingkatan yakin:
1. 'Ilmul yaqin, meyakini sesuatu karena sesuai dengan realita yang terjadi
2. 'Ainul yaqin, keyakinan karena melihatnya langsung
3. Haqqul yaqin, keyakinan yang sangat.

Para ahlul yaqin adalah ahlul 'iman.
Mereka memiliki sifat yang membedakan dari manusia pada umumnya. Sifat-sifat tersebut adalah:
1. Benar-benar beriman kepada apa yang ghaib, yang dikabarkan oleh Allah dan RasulNya dan mengimaninya.
2. Senantiasa meyakini bahwa ketetapan rezeki hanya ada pada Allah.

No comments:

Post a Comment