Thursday, 30 November 2023

Kajian Kamis: 4 Kaidah Tauhid // Luthfi Abdul Jabbar hafizhahullah

Kajian Kamis
4 Kaidah Tauhid
Oleh: Ustadz Luthfi Abdul Jabbar hafizhahullah
Masjid Nurul Hidayah, Brawijaya, Jakarta Selatan
Kamis, 30 November 2023

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu agama, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga"

Menuntut ilmu agama memiliki keistimewaan di sisi Allah. Bahkan ayat pertama yang Allah turunkan adalah tentang ilmu.

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan" (QS. Al Alaq : 1)

Tujuan kita diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah kepadaNya, bukan yang lain. Maka, agar ibadah sempurna, Allah mengutus seorang Rasul untuk menuntun kita beribadah.

"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu" (QS. Adz-Dzariyaat : 56)

Rasul mengajarkan setiap umatnya dengan ibadah dan tauhid. Tidak diterima ibadah seseorang tanpa Tauhid, seperti kita shalat tanpa wudhu.

Tauhid adalah kita mengesakan Allah di dalam 3 hal yaitu:
1. Rububiyyah, yaitu Allah yang menciptakan, pemberi rezeki, pemilik alam semesta
2. Uluhiyyah, yaitu meyakini bahwa Allah satu-satunya yang berhak disembah
3. Asma was-Shifat, yaitu mengesakan Allah di dalam nama-nama dan sifat-sifatNya dengan sempurna.

Ada sebagian dari kita yang melanggar Tauhid, seperti dia mengakui Allah Sang Pencipta, tapi dia beribadah kepada kuburan.

Kaidah memahami Tauhid:
1. Tauhid Rububiyyah diakui oleh hampir kebanyakan makhluk

"Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mengapa kamu tidak bertaqwa kepadaNya)?" (QS. Yunus : 31)



2. 

No comments:

Post a Comment