Sejak Gadis & Bujang Hingga Menjadi Orang Tua
Oleh: Ustadz Muflih Safitra hafizhahullah
Masjid Nurul Iman, Blok M Square, Jakarta Selatan
Sabtu, 16 Rabiul Awwal 1448 / 29 Agustus 2026
Hari ini kita akan mempelajari tentang kehidupan mulai dari seseorang perempuan menjadi gadis dan seorang laki-laki menjadi bujang.
Perjalanan yang harus kita tempuh adalah:
1. Memperbaiki diri, dari kecil hingga usia mau menikah.
Biasanya sekolah TK 2 tahun, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun (18 tahun), S1 3,5 - 4 tahun (22 tahun), cari kerja untuk modal nikah lalu menikah (24-25 tahun)
Setelah memperbaiki diri dan sebelum menikah, usahakan harus memiliki ilmu seperti sudah bisa mengaji, mengerti Aqidah dan Fiqh dasar.
2. Mencari kriteria
Mencari kriteria calon istri:
✓ Shalihah, yang menjaga kehormatan dirinya
Cara mendapatkannya adalah dari masjid-masjid atau kajian-kajian. Buatlah CV dan berikan kepada para Ustadz untuk diberikan kepada calon
✓ Shalat 5 Waktu
✓ Berpuasa Ramadhan
✓ Berperingai lembut (Wadud) dan menyenangkan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata
قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
"Pernah ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai No. 3231 dan Ahmad 2: 251)
✓ Penyayang
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Nikahilah wanita yang penyayang yang subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat kelak.” (HR. Abu Daud No. 2050 dan An Nasai No. 3229)
✓ Menutup aurat, jangan dengan yang membuka aurat
✓ Menjaga pandangan
✓ Menyenangkan jika dipandang (cantik)
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.
“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR. Bukhari)
Dari kriteria di atas, minimal usahakan dapat 2, dan sebaik-baiknya mendapatkan semua kriterianya.
✓ Qana'ah
Insyaa Allah kehidupan yang Qana'ah akan bisa saling menguatkan.
✓ Memiliki rasa malu
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ
“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari No. 6117 dan Muslim No. 37)
✓ Cerdas dan siap jadi Ibu
Ada wanita yang belum punya gelar tapi dia siap jadi Ibu, ini lebih baik daripada wanita yang memiliki gelar tapi tidak siap menjadi Ibu.
✓ Berasal dari Lingkungan yang baik
✓ Sekufu, misalnya dari sisi agama dan sosial.
✓ Masih gadis, walaupun tidak mengapa jika harus menikah dengan janda
Suatu ketika, sahabat Jabir bin Abdillah bersama Rasulullah ﷺ dalam suatu peperangan. Saat pulang dari perang, beliau tertinggal dari rombongan disebabkan onta beliau yang kelelahan. Nabi ﷺ pun mendatangi beliau dan bertanya, “Ini Jabir?” Jabir menjawab, “Iya Rasulullah.” “Ada masalah apa Jabir?” Nabi ﷺ kembali bertanya. Jabir menjawab, “Ontaku lambat dan kelelahan sehingga aku tertinggal.”
Kemudian Nabi ﷺ pun menusuk onta Jabir dengan tongkatnya seraya berkata, “Naiklah!” Jabir pun naik, dan tatkala ontanya melaju kencang, ia pun menahannya agar tak mendahului Rasulullah. “Engkau sudah menikah Jabir?” Tanya Rasulullah ﷺ. “Iya.” Jawab Jabir. “Perawan ataukah janda?” Rasulullah kembali bertanya. “Janda”. Jawab Jabir kemudian.
Nabi ﷺ bertanya, “Kenapa tidak menikahi perawan saja? Engkau bisa bermain dengannya dan ia bisa bermain pula denganmu”. Jabir menjawab, “Aku ini memiliki saudari perempuan yang banyak. Aku menikahi janda agar ada wanita yang merawat, mengurusi dan menyisiri rambut mereka”. Nabi ﷺ pun menasihati, “Adapun jika engkau telah sampai di rumah, maka kumpulilah istrimu, kumpulilah istrimu” (HR. Bukhari No. 2097 dan Muslim No. 1089).
✓ Bukan dengan kerabat dekat, walaupun secara hukum dibolehkan
✓ Humoris
Ketika kita memiliki wanita yang humoris, insyaa Allah kehidupan kita akan menyenangkan dan ceria.
Mencari kriteria calon suami:
✓ Memiliki Aqidah yang lurus, jangan yang masih belajar apalagi yang awam
✓ Menjaga shalat 5 waktu di masjid
Pemuda yang menjaga shalat 5 waktu di masjid, insyaa Allah dia adalah orang yang bertanggung jawab.
✓ Mau mencari pendapatan yang halal
Jangan menikah dengan laki-laki yang tidak mau berusaha menafkahi, walaupun dia kaya.
✓ Berbakti dengan orang tua, dengan harapan dia bisa berbakti dengan mertuanya
✓ Tidak temperamental, ini bisa didapatkan melalui testimoni
✓ Jujur dan amanah, ini juga bisa didapatkan dari testimoni
✓ Lingkungan pergaulan yang baik, bisa dari Masjid atau rekomendasi Ustadz
✓ Menjaga batasan dengan lawan jenis, yang tidak suka haha-hihi dengan akhwat
✓ Mau belajar. Seandainya dia belum belajar atau mengaji, tidak mengapa selama dia mau belajar
✓ Sederhana meskipun Kaya
✓ Punya visi-misi pernikahan yang jelas
✓ Sekufu dari sisi agama, pendidikan dan seterusnya
3. Berdoa agar Allah berikan pasangan yang bisa menjalin rumah tangga sakinah mawaddah wa rahmah
4. Mencari calonnya, seperti mengirimkan CV lalu dikirimkan ke Ustadz atau yang lainnya.
5. Kumpulkan informasi dan testimoni
6. Hubungi wali
7. Ta'aruf atau perkenalkan
Cara ta'aruf:
✓ Datang di satu lokasi yang sudah disebutkan, misalnya di rumah Ustadz
✓ Datang dalam kondisi dihijab
✓ Baca CV terlebih dahulu, dengan membaca kita bisa mengetahui cara dia berbicara
✓ Jika cocok, bisa lanjut nazhor
8. Nazhor atau melihat calon
Setelah nazhor, jangan buru-buru memutuskan. Lanjutkan ke langkah berikutnya yaitu istikhoroh.
9. Istikhoroh, minta kemantapan hati dari Allah
10. Musyawarah
11. Khitbah atau melamar, saat lamaran biasanya sambil menentukan mahar, dan yang menentukan mahar adalah calon istri, bukan orang tuanya.
Ajaklah orang yang dewasa dan berilmu agar proses khitbah berjalan dengan lancar, tidak ada pembahasan yang menyinggung.
Mahar adalah ketika seorang suami wafat, ada yang bisa dijual dari mahar tersebut seperti perhiasan.
Mahar dengan ayat Alquran hanya boleh diberikan sebagai pengikut atau tidak memiliki harta lain. Jika memiliki harta lain, maka tidak dianjurkan memberikan mahar ayat Alquran atau hapalan.
12. Urus administrasi
13. Akad & Walimah
14. Kehidupan rumah tangga
• Istri Hamil
وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةٌۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَعَلَى ٱلْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوٓا۟ أَوْلَٰدَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ ءَاتَيْتُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Baqarah : 233)
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ إِحْسَٰنًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (QS. Al Ahqof : 15)
• Fase menjadi orang tua saat anak 0-2 tahun
• Fase menjadi orang tua saat anak 2-7 tahun
• Fase menjadi orang tua saat anak 7-12 tahun
• Fase menjadi orang tua saat anak 12-18 tahun
• Fase saat anak menikah
15. Menjadi Tua
16. Meninggal
No comments:
Post a Comment