Bayangan Kemuliaan
Oleh: Ustadz Subhan Bawazier hafizhahullah
Masjid Al Ibadah, Kemang Selatan, Jakarta Selatan
Selasa, 29 Sya'ban 1447 / 17 Feb 2026
Surga adalah tempat yang paling tinggi, tempat di mana Allah mengumpulkan orang-orang shalih. Kita tidak akan sampai ke surga kalau tidak mendaki jalannya yang benar.
وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَ
"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". (QS. Az Zumar : 73)
Setiap orang akan dimasukkan ke dalam surga secara berkelompok, semisal orang-orang yang bersedekah akan masuk ke dalam surga dengan kelompoknya, begitupun dengan mereka yang shalat, puasa, dan amal shalih lainnya secara umum.
Di akhirat nanti tidak ada alternatif tempat ketiga. Hanya ada dua tempat, yaitu surga dan neraka. Kalau mau masuk surga, maka perbanyak amal shalih.
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
“Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan", para Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah! Siapakah yang enggan?” Beliau ﷺ menjawab, “Barangsiapa yang mentaatiku niscaya ia akan masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia enggan (untuk masuk surga).” (HR. Bukhari dalam shahihnya Kitab al-I’tisham Bil Kitab Wa as-Sunnah, Bab al-Iqtida’ Bi Sunani Rasulillah No. 7280, al-Imam Ahmad dalam musnadnya No. 8728, dan al-Imam al-Hakim dalam al- Mustadrak, Kitab al-Iman No. 182)
وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى صَدَقَنَا وَعْدَهُۥ وَأَوْرَثَنَا ٱلْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَآءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٰمِلِينَ
"Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal". (QS. Az Zumar : 74)
Di hati ada iman. Di hati pun ada niat. Maka kita tidak akan bisa beriman tanpa niat.
Banyak tempat di surga. Di manapun kita berada, walau hanya di pinggir surga, sudah cukup membuat kita bersyukur.
Kalau mau ke surga, beramal-lah sesuai dengan apa yang Allah firmankan, Nabi ﷺ sabdakan, dan Sahabat lakukan.
إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَنَهَرٍ
فِى مَقْعَدِ صِدْقٍ عِندَ مَلِيكٍ مُّقْتَدِرٍۭ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Rabb Yang Berkuasa." (QS. Al Qamar : 54-55)
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : لَقِيْتُ إبْرَاهِيمَ لَيلَةَ أُسْرِيَ بِي ، فَقَالَ : يَا مُحَمّدُ أَقْرِىءْ أُمَّتَكَ مِنِّي السَّلاَمَ ، وَأَخْبِرْهُمْ أنَّ الجَنَّةَ طَيَّبَةُ التُّرْبَةِ ، عَذْبَةُ الماءِ ، وأنَّهَا قِيعَانٌ وأنَّ غِرَاسَهَا : سُبْحَانَ اللهِ ، والحَمْدُ للهِ ، وَلاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ ، واللهُ أكْبَرُ .
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Aku bertemu Ibrahim pada malam aku diperjalankan (Isra’ Mi’raj). Ibrahim berkata, ‘Wahai Muhammad, bacakan salam dariku untuk umatmu dan kabarkan kepada mereka bahwa surga itu tanahnya harum, airnya segar, tanahnya luas/ lapang, dan tanamannya adalah Subhanallah walhamdulillah wa laa ilahaa ilaallah wallahu akbar‘ (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Mahabesar).’” (HR. Tirmidzi)
Seharusnya kita tidak berlebihan dalam kehidupan, sehingga kita tidak menghalalkan apa yang Allah haramkan.
Sebentar lagi Ramadhan, maka perbanyaklah membaca Alquran. Ambil nikmat dari Allah melalui Alquran.
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ (51) فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (52) يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِينَ (53) كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ (54) يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آَمِنِينَ (55)
"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran)." (QS. Ad-Dukhan : 51-55)
Di dalam surga ada malaikat-malaikat yang membawa air.
Bagi laki-laki yang berada di surga, Allah akan nikahkan dengan bidadari bermata indah. Wanita shalihah memimpin bidadari surga, sehingga kalau Allah menikahkan laki-laki dengan bidadari, maka pemimpin bidadari dari istrinya adalah wanita yang paling cantik.
Di dalam surga semua isinya adalah kebaikan dan keindahan. Tidak ada hawa nafsu, tidak ada buang hajat. Surga disiapkan untuk orang yang diampuni dan diberikan kebaikan yang lebih besar dari apa yang dilakukan.
Kedamaian bisa terasa melalui apa yang Allah sebutkan di atas.
مَّثَلُ ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَآ أَنْهَٰرٌ مِّن مَّآءٍ غَيْرِ ءَاسِنٍ وَأَنْهَٰرٌ مِّن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُۥ وَأَنْهَٰرٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنْهَٰرٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَٰلِدٌ فِى ٱلنَّارِ وَسُقُوا۟ مَآءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَآءَهُمْ
"(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?" (QS. Muhammad : 15)
Semua yang kita lakukan di bumi ini seperti sedang menanam. Tanam yang baik, maka kita akan memanen yang baik. Jika kita tanam yang buruk, maka kita pun akan mendapatkan yang buruk.
"Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam jannah kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, Dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan." (QS. Al Waqi'ah : 10-21)
Kalau makanan di dunia yang disebutkan sebagai makanan surga, maka seharusnya kita senang dengan makanan tersebut. Agar ketika kita masuk ke dalam surga, kita bisa memakan makanan tersebut di dunia dan akhirat.
"Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, Laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), Dan naungan yang terbentang luas, Dan air yang tercurah, Dan buah-buahan yang banyak, Yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya. Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. Dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian." (QS. Al Waqi'ah : 22-40)
Tidak ada rasa cemburu di dalam surga bagi wanita shalihah, karena apapun yang mereka inginkan ada di sana. Di surga tidak ada janda, karena Allah jadikan semuanya perawan.
Dari Mu’azd bin Jabal radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda:
عن معاذ بن جبل رضي الله عنه أن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال: «يَدْخُلُ أَهْلُ الجَنَّةِ الجَنَّةَ جُرْداً مُرْداً مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلاثِينَ، أَوْ ثَلاثٍ وَثَلاثِينَ سَنَةً». أخرجه أحمد والترمذي.
“Para penghuni surga masuk surga dalam keadaan tubuh berseri, bercelak, berusia tiga puluh tahun atau tiga puluh tiga tahun.” (HR. Ahmad)
"Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan." (QS. Al Insan : 12-19)
Apapun yang kita miliki, maka nikmatilah supaya itu terasa benar-benar nikmat. Jangan cari sesuatu yang tidak ada. Jadilah orang yang qana'ah. Hidup tenang kalau kita bisa menerima takdir Allah.
No comments:
Post a Comment