Bahasa Radikal?
Oleh: Ustadz Ahmad Rasyid Bazher hafizhahullah
Rabu, 15 September 2021
via ClubHouse
Ketika disebutkan tentang bahasa Arab, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Aku tinggalkan 2 perkara. Alquran dan Sunnah"
Kedua perkara tersebut berbahasa Arab. Bahkan Rasulullah ﷺ sendiri berasal dari bangsa Arab.
Kita tidak akan pernah bisa memahami Alquran dan Sunnah jika tidak mempelajari bahasa Arab.
QS. Yusuf : 2
QS. Az Zukhruf : 3
Jika kita bicara tentang keutamaan belajar bahasa Arab, bahkan wajib
Imam Syafi'i rahimahullah berkata:
"Wajib bagi setiap Muslim untuk mempelajari bahasa Arab. Sehingga dia bisa bersaksi bahwasanya tidak ada dzat yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah dan dengan itu dia bisa membaca kitabullah"
Mengapa?
1. Allah menurunkan Alquran dengan bahasa Arab
2. Bahasa Arab adalah bahasa Nabi Muhammad ﷺ yang sangat kita yakini dan cintai
3. Dengan bahasa Arab, kita dapat dengan mudah memahami bahasa Arab
4. Mudah menggali ilmu dari para ulama salaf terdahulu
5. Bahasa Arab adalah bahasa yang paling mulia
Ibnu Katsir
"Alquran adalah kitab paling mulia, diturunkan dengan bahasa yang paling mulia. Kemudian diajarkan kepada rasul yang paling mulia, lalu disampaikan oleh malaikat yang paling mulia. Diturunkan di tempat paling mulia (Makkah dan Madinah), diturunkan pula di bulan yang paling mulia (Ramadhan)."
Perkataan Ibnu Katsir menunjukkan betapa mulianya bahasa Arab.
Aib atas kalian ketika kalian pintar bahasa lain, tapi kalian tidak bisa membaca dan memahami Alquran karena tidak bisa bahasa Arab.
Ketika ada orang mengatakan bahwa bahasa Arab adalah bahasa radikal, maka pertanyaannya adalah apakah dia benci bahasa Arab atau benci Islam?
Atha' bin Abi Rabbah (seorang Tabi'in) ketika berusia 90 tahun berkata "Aku terus mempelajari bahasa Arab dan aku temukan lautan di dalam bahasa Arab"
Ada yang mengatakan bahwa cadar dan jilbab adalah budaya Arab, padahal sejatinya ini adalah syariat.
Jika kita mempelajari sejarah, bahwa negara-negara Arab yang mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.
Ada 2 kemungkinan mereka mengatakan bahwasanya Islam adalah budaya Arab
1. Mereka dangkal dari ilmu agama;
2. Mereka munafik, seorang Muslim yang membenci Islam
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya yang paling aku takutkan adalah orang-orang munafik tetapi dia pandai berbicara"
QS. Al Maidah : 4
Ilmu agama adalah ilmu yang bisa menyelamatkan kita dunia dan akhirat.
Bagaimana Allah akan memberikan keberhasilan untuk kita sedangkan kita tidak pernah menghargai agama ini?
"Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan pada dirinya, akan dipahamkan tentang agama"
Pelajari agama ini dengan benar, QalaAllah wa QalaRasul sesuai dengan pemahaman para Salafusshalih.
Jika dibandingkan antara syubhat dengan syahwat, maka lebih berbahaya syubhat; karena syubhat dapat membuat keraguan atau bahkan menghancurkan keyakinan dalam Islam.
QS. An Nisa : 89
QS. At Taubah : 32
Allah yang akan menjaga agama ini. Andai kita yang menjaga agama ini, niscaya akan lenyap dihancurkan musuh-musuh Islam.
Kaum Muslimin harus kembali ke ilmu yang benar, agama yang benar, berpegang pada Alquran dan Sunnah sesuai dengan pemahaman para Salafusshalih.
Umar bin Khattab berkata:
"Takutlah dengan dosa. Jangan takut dengan pedang-pedang musuh."
Allah melindungi mereka karena mereka memiliki tauhid yang benar.
QS. Ali Imran : 120
Orang-orang yang katanya smart people, justru tidak mencerminkan kepintarannya. Mereka yang katanya menunjung tinggi hak asasi manusia justru berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan jika kita melihat kasus para santri yang sedang viral.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
"Dengan kesabaran (fitnah syahwat) dan keyakinan (fitnah syubhat), kita akan dapatkan kekuatan dan kekuasaan agama ini"
Agama ini adalah kepunyaan Allah.
Jika kita mengolok-olok karya manusia pun pasti orang tersebut akan marah. Lalu kita berani mengolok-olok agama Allah? Naudzubillah.
No comments:
Post a Comment