Thursday, 5 February 2026

Telat Terbit! Buku: Tuntunan Bacaan dan Doa-Doa Ruqyah berdasarkan Alquran dan Sunnah

Bismillah.
Alhamdulillahilladzii bini'matihi tatimush-shalihaat.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatNya, segala amal shalih menjadi sempurna.
 
Bermula ketika salah satu kerabat di keluarga meminta saya untuk membuatkan teks bacaan doa-doa ruqyah sekitar sebulan yang lalu. Di sela kesibukan dalam bekerja, berkeluarga, dan melakukan aktivitas yang lain, terutama sebagai penuntut ilmu, dengan memohon pertolongan kepada Allah, saya berusaha untuk mewujudkan permintaannya tersebut.
 
Dengan merujuk kepada berbagai sumber, termasuk juga ilmu dari beberapa guru penulis, hari ini, Kamis, 17 Sya'ban 1447 Hijriah atau 5 Februari 2026, atas izin Allah, buku tersebut terbit dan diberi judul Tuntunan Bacaan dan Doa-Doa Ruqyah berdasarkan Alquran dan Sunnah.
 
Buku ini memuat bacaan dan doa-doa ruqyah yang berasal dari 17 surah di Alquran dan 4 Hadits Nabi . Insyaa Allah semua bisa diamalkan dan atas izin Allah akan menjadi manfaat bagi yang dibacakan dan yang membacanya.
 
Bentuk fisiknya (sudah dicetak menjadi buku) hanya untuk keluarga, sedangkan format eBooknya bisa diunduh di sini: download ebook ruqyah 
 
Judul Buku: Tuntunan Bacaan dan Doa-Doa Ruqyah berdasarkan Alquran dan Sunnah

Halaman: 14 halaman

Penyusun: Abu Suara

Editor: Abu Suara

Desain: Abu Suara

Tanggal Terbit: 17 Sya'ban 1447 / 5 Feb 2026

Penerbit: Kausuara 


Semoga Allah melindungi kita dari segala keburukan, menjauhkan kita dari segala penyakit dan memberikan segala kebaikan kepada kita di dunia dan di akhirat. Yang benar datangnya dari Allah, dan segala kesalahan yang terdapat dalam tulisan ini adalah murni karena kelemahan penulis sebagai makhluk.

 

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi bersabda:

Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit atau tidak menciptakan penyakit kecuali menurunkan atau menciptakan obat untuknya. Orang yang telah mengetahuinya dia mengetahui, orang yang tidak mengetahuinya dia tidak mengetahuinya, kecuali As-saam”. Para sahabat bertanya, “Apakah As-saam itu?” Beliau Shallallahualaihi wa sallam menjawab, “Kematian”.

(HR. Al-Hakim. Syaikh al-Albani menyatakan Shahih bi syawahidihi, yaitu shahih dengan seluruh penguatnya)


Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayahNya untuk kita semua. Sampai bertemu lagi di waktu berikutnya. Baarakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment